Dirut BEI Tito Sulistio, Dirjen Kekayaan Intelektual Freddy Haris dan Dirut RS Pelni Terima Penghargaan dari ILUNI UI

KANALINDONESIA.COM,JAKARTA :Pengurus Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) menilai lulusan Universitas Indonesia (UI) sejak zaman  kemerdekaan hingga milenial saat ini telah berkiprah nyata dalam berbagai perjuangan serta  pembangunan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia. Karya-karya nyata tersebut telah dirasakan manfaatnya bukan oleh bangsa Indonesia maupun masyarakat dunia.

“Peran dan Karya nyata alumni UI terasa sangat penting  bukan hanya untuk  UI, bangsa Indonesia tapi juga masyarakat dunia, “papar Ketua umum ILUNI UI Arief Budhi Hardono ketika memberikan sambutan di acara Pemberian Anugerah Apresiasi Karya Alumni UI, Rabu (7/2) di Aula Imeri FKUI Salemba Jakarta. Hadir dalam acara tersebut antara lain Rektor UI Mohammad Anis, Menteri Negara Perencanaaan Pembangunan Nasional/Kepala Bapenas Bambang Sumantri Brojonegoro,  Direktur Utama BCA  yang juga Alumni UI Jahja Setiaatmaja, Ketua Alumni UI Eman Sulaeman Nasim,  para alumni UI penerima Anugerah Apresiasi, guru besar,  dekan  serta dosen di lingkungan UI dan pengurus ILUNI Fakultas dan daerah.

Sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi atas karya nyata tersebut, pengurus ILUNI UI memberikan penghargaan Anugerah Apresiasi Karya Alumni UI. Penghargaan yang diadakan untuk kedua kalinya ini diberikan kepada Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, Dirjen kekayaan Intelektual Freddy Haris serta Direktur Utama Rumah Sakit Pelni Dr dr Fathema Djan Rahmat.

Menurut Sekjen ILUNI UI Andre Rahadian, dipilihnya Tito Sulistio sebagai alumni penerima anugerah apresiasi karya alumni UI di bidang pasar modal, karena selama menjadi Dirut  BEI berhasil membawa Bursa mencapai indeks tertinggi sepanjang sejarah.

“Dr Freddy Haris terpilih karena pada saat beliau menjadi  Dirjen AHU berhasil mempercepat pendirian perusahaan di Indonesia. Selain itu juga memberikan kemudahan akses atau data perusahaan di Indonesia menjadi salah satu faktor penting dari Index Doing Busines yang diterbitkan world Bank” jelas Andre Rahadian.

Sedangkan Dr Fathema Djan Rachmat terpilih memperoleh penghargaan anugerah karena dianggap sukses memperbaiki kinerja  rumah sakit sebagai penerima BPJS terbesar.

Dalam sambutan kuncinya, Menteri Bambang Sumatri Brodjonegoro  mengakui UI dan para alumninya berkiprah nyata dalam pembangunan terutama penurunan angka kemiskinan. Di awal orde baru dengan bantuan UI dan para alumninya, negara berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 40 persen menjadi sekitar 12 persen.

“ILUNI UI berkontribusi nyata dalam upaya mencapai target dari tujuan pembangunan untuk Indonesia yang lebih baik sesuai profesi dan keahliannya masing-masing,” kata Meneg dan Kepala Bappenas Sumatri Brodonegoro.

Bambang Sumatri Brodjonegoro juga berharap alumni UI untuk terus berkiprah dan berpartisipasi di pemerintahan.Selain itu pemerintah dan negara juga membutuhkan alumni-alumni UI  yang peduli pada pembangunan dan pengurangan kemiskinan.

Sedangkan Rektor UI Mohammad Anis menyampaikan, kemajuan UI dan kiprahnya di masyarakat dan bangsa ditentukan oleh para alumni dan dosen-dosen yang berkualitas. Selama ini alumni UI dan civitas akademika nya telah memberikan sumbangan yang nyata dalam pembangunan di Indonesia dan dunia(Awi).