Lamongan, Hati Hati Modus Tipu Undian Mobil Dalam bungkus Kopi

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Berhati hatilah anda jika menemukan kupon hadiah didalam bungkus kopi.Modus undian berhadiah di dalam bungkus kopi ini terjadi pada Muhammad Alan (23) pekerjaan dagang warga jalan Kalanganyar, Desa Kalanganyar, Kecamatan Karanggeneg, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Akibat kejadian itu, Alan harus kehilangan uang sebesar Rp 9,4 juta akibat terperdaya kupon undian berhadiah mobil palsu dari bungkus Kopi merek Torabika, Senin (12/2/2018). Dan akhirnya Muhammad Alan mendatangi Polres Lamongan untuk melaporkan kejadian yang telah menimpanya.

“Saya tertipu undian berhadiah mobil avanza dari kupon yang saya dapatkan di dalam Kopi Merek Torabika yang saya beli. Saya sudah kehilangan uang Rp 9,4 juta,” kata Muhammad Alan, kepada petugas polisi yang menerima laporannya.

Kejadian sebelumnya itu, saat dia membuka bungkus kopi Torabika yang dibelinya. Saat itulah Alan mendapat dua kupon undian berhadiah mobil avanza. Selain kupon, juga terdapat salinan bukti pajak atas kendaraan tersebut dan terdapat nomor telepon 087888133667 untuk mengklarifikasi undian tersebut.

Karena begitu girangnya mendapat hadiah mobil, dia pun langsung menghubungi nomor tersebut untuk meminta hadiah yang tertera dalam kupon. Setelah dihubungi, dirinya diharuskan membayar uang administrasi terlebih dulu sebanyak Rp 1,8 juta untuk dikirim ke rekenning 4915-01-012676-537 atas nama Yohan Boe.

“Setelah saya transfer, saya dihubungi oleh nomor tersebut dan diminta lagi untuk membayar biaya balik nama mobil sebensar Rp 4,6 juta ke rekening yang sama,” ungkapnya dengan nada menyesal.

Tak hanya itu saja, Alan juga mengaku masih sempat lagi dihubungi oleh nomor yang sama dan diminta untuk mengirim uang sebesar Rp 2,2 juta dan Rp 600 ribu dengan dalih untuk membebaskan biaya cukai melalui nomor rekening 122301002752537atas nama Muhammad Iksan.

“Setelah semua saya transfer. Ternyata mobil tak kunjung dikirim. Dan nomor telepon tersebut sudah tak bisa dihubungi. Dari situlah saya baru sadar kalau telah menjadi korban penipuan undian ini,” jelas Alan.

Menanggapi laporan ini, Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung melalui Kasubag Humas Iptu Sunaryono mengatakan, bahwa penipuan dengan modus seperti ini sudah sering terjadi. Namun, masih ada saja masarakat yang tertipu dengan hal yang sama.

“Karena itu, kita menghimbau supaya masyarakat tidak asal percaya dengan undian-undian yang belum jelas jluntrunganya seperti ini,” tegasnya.(Fer)