Ketua dan Bendahara Paguyuban Puskesmas Diperiksa KPK, Termasuk Plt Dinkes Terdahulu

Dr Pudji Umbaran yang pernah menjadi plt Dinkes Jombang sebelum Inna Silestyowati

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG: DR ketua paguyuban Puskesmas dan OST bendahara paguyuban Puskesmas, kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Polres Jombang, pada Rabu 14 Februari 2018.

Keduanya kembali diperiksa penyidik KPK terkait, kasus suap jual beli jabatan, yang menyangkut Bupati Non-aktif Nyono Suherli Wihandoko.

Saat ditemui sejumlah jurnalis, di depan ruang Graha Bhakti Bhayangkara, keduanya enggan memberikan keterangan. Dan hanya tersenyum sembari memohon maaf.

Selain OST dan DR, ajudan Nyono berinisial M, juga diperiksa KPK.

Namun kali ini, KPK juga memeriksa, Direktur RSUD Jombang, Dr Pudji Umbaran, yang juga pernah menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), sebelum Inna Silestyowati.

” terkait soal dulu waktu menjadi plt,” kata Pudji, pada sejumlah jurnalis, Rabu 14 Februari 2018.

Ketika disinggung soal dana kapitasi, yang dikutip oleh Ina, sebanyak 7% dan diberikan pada Nyono sebesar 5%, pihaknya menuturkan bahwa hal itu, berbeda materi.” masih ditanya seputar identitas saja,” ujarnya.

Inna kini ditahan KPK.Pasalnya, Inna diduga memberikan sejumlah uang pada Nyono yang menjabat sebagai plt Dinas Kesehatan Jombang. Agar dirinya diangkat menjadi kepala Dinas Kesehatan Difinitif.

Dari tangan M yaang menjadi ajudan Nyono, penyidik KPK, menyita sejumlah uang. Sebanyak 25 juta rupiah dan 9.500 Dollar AS. Diduga uang tersebut hasil suap jual beli jabatan Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Inna Silestyowati untuk menjadi kepala dinas Kesehatan definitif.(elo)