Beli BBM Pakai Jerigen Plastik Kini Dilarang

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Pengisian bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU) dalam jerigen plastik, mulai bulan depan atau 1 Maret 2018, untuk konsumen maupun langganan kini dilarang melakukannya. Pengisian bahan bakar dengan menggunakan jerigen berbahan dasar plastik itu akan mudah terbakar sehingga harus diberlakukan menggunakan jerigen yang terbuat dari bahan logam hingga tidak mudah terbakar.

Petugas di SPBU Kranding Bendorejo Kecamatan Pogalan selalu memberi peringatan untuk tidak melayani pembeli yang menggunakan jerigen yang mudah terbakar, termasuk jerigen plastik harus beralih memakai jerigen yang terbuat dari logam.

Menurut Koordinator shift di SPBU Kranding Desa Bendorejo Kecamatan Pogalan tersebut, Siswanto, larangan mengisi bahan bakar di jerigen yang terbuat dari plastik selalu disampaikan setiap pergantian shift setiap hari.

“Jerigen, drum atau bahan-bahan lain yang pakai plastik itu enggak bisa aman, karena ada listrik statisnya,” kata Siswanto, saat ditemui wartawan di tempat kerja SPBU Kranding Bendorejo Rabu (14/2).

Menurut Siswanto, warga boleh saja membeli bahan bakar dan tidak langsung dimasukkan ke tanki kendaraannya. Namun, wadah yang digunakan untuk menampung bahan bakar itu harus berbahan yang tidak mudah mengantarkan listrik statis, seperti aluminium.

“Alumunium aman jika digunakan sebagai pengganti jerigen plastik,”tandasnya.

Itupun dengan catatan, bahan bakar yang dibeli konsumen khusus yang memiliki kadar oktan tinggi, seperti pertamax, pertamax turbo, atau pertamina dex.

“Harus bahan bakar khusus, kalau premium memang enggak bias dibeli eceran,” ujar Siswanto.

Standar keamanan yang diberlakukan itu sehubungan dengan insiden kebakaran yang terjadi akhir – akhir ini seperti di salah satu SPBU 54 671 31 Kabupaten Pasuruan dan SPBU 54 810 49 Kota Denpasar Bali.(yono)