Rizal Ramli: Beri Solusi Hapus Kartel Pangan, Beranikah Pak Jokowi?

Ekonom senior DR Rizal Ramli menilai pemerintah perlu melakukan perubahan impor kuota ke tarif agar pasar menjadi lebih bebas dan terbuka.

KANALINDONESIA.COM, SURABAYA: Kebijakan impor selama ini dianggap selalu menyusahkan petani dan rakyat. Mekanisme harga pasar kerap dikendalikan para kartel pangan. Pemerintah dinilai tidak tanggap. Karena itu Ekonom senior DR Rizal Ramli menyarankan agar pemerintah segera melakukan perubahan impor kuota ke tarif agar pasar menjadi lebih bebas dan terbuka.

“Sitem impor kuota ini sangat kejam. Para kartel menguasai seluruh komoditi pangan di Indonesia. Pemerintah harus menghentikannya,” ujar Rizal Ramli saat dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (17/2/2018).

Pria yang akrab disapa RR ini menambahkan bila pemerintah mau menghapus sistem kuota impor dan diganti sistem tarif, Indonesia bakal diuntungkan. Petani dan rakyat tidak lagi dirugikan.

“Pola impor selama ini dimainkan kartel. Struktur pasar di Indonesia diciptakan oleh kartel. Saat lagi panen, mereka menurunkan harga impor sehingga harga petani jatuh. Begitu tidak panen, harga kembali dinaikkan. Ini sistemnya kejam sekali. Begitu juga dengan bawang merah. Di Brebes sampai Utara Jawa Tengah waktu panen, impor dipasok semakin banyak. Sehingga harga-harga pangan dari petani menjadi jatuh. Begitu tidak panen, harga kembali digenjot naik. Jadi dalam sistem kartel ini, petani tidak untung malah buntung. Konsumen menjadi sangat dirugikan. Ini terjadi di banyak komoditi pangan. Kami minta pemerintah benahi sistem kartel ini,” terang RR.

Dari impor kuota ini, sebut RR, jelas yang diuntungkan para kartel dan pejabat pemerintah di dalamnya. “Duit paling gampang dicari ya dari impor pangan. Patgulipatnya paling besar. Keuntungannya juga besar. Pemerintah sendiri juga tidak jelas bekerja untuk siapa. Bekerja buat petani di Vietnam dan Thailand, atau bekerja buat rakyat dan petani Indonesia. Sebab kalau pemerintah bekerja untuk petani Indonesia harus ada empati. Yang namanya impor waktunya harus dihitung, kapan impor dan kapan tidak impor,” serunya.

Nah, sistem tarif impor inilah, jika pemerintah berani mengubahnya, RR yakin kartel pangan akan dapat dihapus. Pasalnya, akibat sistem kuota impor, mekanisme pasar tidak berjalan dengan baik. Harga pangan pun menjadi tinggi dan kurang stabil.

Dengan sistem tarif, pasar akan menjadi lebih bebas dan terbuka, persaingan lebih ketat, pasokan menjadi lebih banyak, sehingga harga bisa didorong turun. Sebaliknya, semakin pasar dibatasi, semakin pasar itu tipis, tidak ada mekanisme supplydemand yang baik.

Sayangnya, sampai sekarang pemerintah belum berani melakukan perubahan tersebut. “Waktu saya Menko, saya sudah usulkan supaya dihapuskan. Presiden Jokowi juga setuju kalau diganti tarif. Tapi sampai hari ini belum dilakukan perubahan (dari kuota ke tarif). Ini sangat disayangkan,” imbuh RR.ria