Musim Durian, Pedagang Asal Wonosalam Mangkal di Pasar Sekaran Lamongan

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Sutik (33) salah satu penjual durian keliling menggunakan mobil pick up mengaku sudah sepekan terakhir berjualan durian di sekitar Pasar Sekaran Lamongan Jawa Timur. Pedagang musiman ini langsung datang dari tempat atau daerah yang terkenal dengan buah duriannya yaitu Wonosalam Jombang. Dia menyebut berjualan durian tersebut menjadi pekerjaan musiman, karena pekerjaannya memang memanfaatkan masa panen jenis tanaman atau buah buahan.

Dalam sehari ia membawa sekitar 700 sampai 1000 butir dengan cara mangkal di pinggir jalan sekitar Pasar Sekaran Lamongan setiap dua hari sekali dia menjajakan durian yang merupakan milik salah satu agen besar pemborong durian. Dia mendapatkan upah dari sistem bagi hasil.

Selama musim banjir durian dari wilayah Wonosalam pada bulan sebelumnya ia mengaku mampu menjual buah durian jenis durian lokal dengan rata rata perhari mendapat uang sekitar Rp 3.000.000 bagi hasil dari menjual puluhan buah durian tersebut.

Pada musim buah durian bulan Juni ini ia menyebut harga buah durian ukuran kecil dijualnya dengan harga mulai Rp 20.000 per gandeng ukuran kecil, Rp 35.000 per gandeng ukuran sedang dan Rp 60.000 per gandeng ukuran besar. Ia menjamin durian yang dijualnya merupakan durian masak saat tua tanpa diperam dengan karbit sehingga rasanya lebih manis.

“Sebagian pelanggan bisa mencium dari aromanya untuk menentukan rasa manisnya, biasanya pelanggan menggunakan durian untuk membuat es campur dengan buah lain, sop buah atau disimpan untuk bahan membuat roti atau pancake durian saat hari-hari istimewa,” terang Sutik saat ditemui kanalindonesia.com, Minggu (18/2/2018).

Menurut Sutik, pemilik modal besar melakukan sistem borongan per pohon langsung ke pemilik kebun durian di wilayah Wonosalam Kabupaten Jombang. Dengan modal sekitar Rp 5-10 juta, bosnya memborong puluhan bahkan ratusan pohon.

Setelah durian yang dibeli tersebut terkumpul akan dilakukan proses penyortiran buah durian yang masak di pohon, siap matang dengan kondisi tau dan sebagian masih lundang (belum terlaku tua) sehingga perlu dimatangkan dengan karbit atau diperam.

Bagi pecinta durian yang sudah mengetahui ciri ciri buah durian pasti akan menikmati buah tersebut ditempat penjualnya, ada juga yang dibawa pulang kemudian diolah sesuai dengan keinginan.

Sementara sebagian buah durian matang dipergunakan untuk hidangan es buah. Selama berjualan durian dalam dua pekan terakhir dirinya menjual buah durian dari salah satu pengusaha jual beli hasil pertanian yang sebagian dikirim ke Jawa. Berkah musim durian membanjirnya buah durian tersebut diakuinya bisa memberi tambahan penghasilan hingga jutaan rupiah.

Selain Sutik sebagian penjual buah di pasar Sekaran Lamongan, penjual buah buahan diantaranya Jeruk, Apel, Mangga, Salak pun mulai menjual buah durian. Selain pasokan yang cukup melimpah masyarakat juga bisa membeli durian dari toko buah sebagian membeli dari pedagang buah durian keliling menggunakan kendaraan roda empat seperti Sutik saat ini.

“Berjualan durian menjadi pekerjaan musiman para penjual durian terlebih puncak musim durian bisa jadi berkah pemilik kebun durian, penjual durian dan pengusaha kuliner berbahan baku durian,”terangnya.

Hasil yang cukup menguntungkan membuat para pemilik modal ikut bermain bisnis jual beli durian sebagai usaha musiman yang hanya bisa dilakukan setahun dua kali tersebut tergantung musim buah durian.(Omdik)