Sensasi Menikmati Minuman Monkey 47 Schwarzwald Dry Gin 

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA: Penikmat minuman Dry Gin kini tidak usah jauh-jauh ke negeri Eropa, kini sudah hadir Monkey 47 Schwartzwald Dry Gin di Kawasan SCBD, Jakarta.

Minuman ini diklaim sebagai minuman super premium gin yang menyatukan rasa tradisi British Inggris, eksotisme dataran India dan kemurnian alam Black Forest Jerman.

Julien Nicolaus, GM Asia Pasific Monkey 47, menceritakan minuman Schwarzwald Dry Gin diciptakan pertama kali oleh komandan penerbang asal Inggris, Montgomery “Monty” Collin. Setelah pensiun dari Angkatan Udara Inggris (RAF) tahun 1951, ia memilih menetap di kawasan Black Forest, Jerman.

Monty yang tertarik dengan minuman Gin kemudian mencoba kemampuannya dengan menyuling saripati buah-buahan yang ada di area Black Forest.

Gin yang dihasilkan Monty ini kemudian dikembangkan Alexander Stein tahun 2006 yang kemudian menciptakan Monkey 47 yang terkenal di seluruh dunia.

“Minuman Dry Gin yang pertama dari Black Forest, Monkey 47 Schwarzwald Dry Gin ini siap diluncurkan secara serentak ke seluruh Indonesia,” ujar Julien kepada Kanalindonesia.com di Cafe Mr. Fox, SCBD, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Julien mengklaim Monkey47 sudah sering mendapatkan penghargaan dunia, seperti World Spirit Award, San Fransisco World Spirit CCompetition, dan international Wine and Spirits Award.

“Angka 47 yang tertera pada brand Monkey 47 merupakan resep istimewa dari 47 kandungan saripati minuman Dry Gin seperti akar Angelica, bunga Akasia, daun Bramble, Lingonberries, dan kayu Spruce yang semuanya diperoleh langsung dari Black Forest,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Monkey 47 cukup menarik dari sisi kemasan maupun namanya. Botolnya yang seperti botol jamu ini ternyata berawal saat pengemasan pertama minuman ini hanya ada botol dari sebuah laboratorium.

Botol berukuran 500ml yang terlihat klasik ini kemudian dipertahankan hingga kini. Ditambah lagi tutup botolnya menggunakan gabus dan ring berbentuk cincin dari metal dan ada yang berlapis emas. Selain sebagai penyangga agar gabus tidak masuk ke dalam botol saat ditumpuk tapi juga sebagai aksesoris tanda mata.

“Merek Monkey 47 yang menempel di botol terbuat dari kertas dengan desain menyerupai perangko. Merek  berikut gambar yang melekat pada botol ini memang sengaja dibuat agar terlihat vintage. Misal, angka 47 diambil dari bahan dasar formula dry gin, gambar monkey yang sekaligus menjadi nama brand, karena saat membuat formula tersebut berada ditengah hutan yang kebetulan banyak monkey-nya. Sedangkan gambar Taj Mahal, si pembuatnya suka sekali eksotisme bangunan di India tersebut,” papar Julien.

Sementara itu, Edhi Sumadi Managing Directory PT. Pernod Ricard Indonesia, menyatakan Monkey 47 menjadi salah satu gin dengan harga termahal, dengan selisih harga 15% hingga 20% Iebih tinggi, atau di kisaran harga Rp 1,8 – 2,3 juta bila disandingkan dengan merek gin Iainnya yang terdapat di kategori Super Premium Gin.

Edhi sangat percaya dengan antusiasime positif yang akan diberikan kepada pecinta gin di Indonesia terhadap Monkey 47.

“Monkey 47 memiliki pasar yang segmented, dia hadir ditempat-tempat khusus seperti resto-bar. Karena produk Monkey 47 ini sangat superior dan bagus, maka kita yang sasar adalah para penikmat minuman gin dan juga sosialita ibukota. Saya sangat confident bahwa produk Monkey 47, dapat memberikan warna baru di dunia liqueur dan diterima di pasarTanah Air. Apalagi, ditambah antusias dari para konsumen yang sudah mencicipi produk ini pasti akan cukup loyal terhadap produk baru ini,” tutur Edhi. @Rudi