Sekjen Gerindra Perihatin, Guru Ngaji Dibayar 50-100 ribu

KANALINDONESIA.COM, BANGKALAN: Sekretaris Jendral (Sekjen) partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Pusat,  Ahmad Muzani merasa prihatin saat mendapat informasi bahwa guru ngaji di Bangkalan dibayar antara Rp.50 ribu – Rp. 100 ribu/bulan.

“Saya prihatin mendengar guru ngaji di Bangkalan dibayar antara Rp.50 ribu – Rp. 100 tibu/bulan. Bahkan kadang dibayar, kadang tidak,” ucap Ahmad Muzani, usai melantik pemimpin Cabang Satian Relawan Indonesia (Satria) dan Deklaraai dukungan kepada pasangan calon (paslon) Bupati dan Wabup Bangkalan dan orasi kebangsaan partai Gerindra yang digelar di gedung Rato Ebhu Bangkalan, Kamis, (22/2/2018).

Itu sebabnya, Sekjen partai Gerindra iniinta kepada seluruh kader partai Gerindra,  tim satria bekerjakeras untuk memenangkan paslon Bupati dan Wabup Bangkalan, KH. Abd. Latif – Mohni. Caranya, pikat hati rakyat dengan kerja nyata.

“Madura adalah kota santri, sedangkan pondok pesantren
dan diniah adalah jangkar agama. Oleh karena itu saya berharap kepada calon Bupati dan Wabup Bangkalan. Jika Allah mengizinkan dan rakyat memberi mandat. Tugas saudara sangat mulia yakni memperhatikan nasib guru ngaji,” pesan Muzani.

Sememtara itu, Ketua Umum Pusat Satria, Nizar Zahro mengatakan dalam persepsi Islam disebutkan memilih pemimpin hukumnya wajib. Itu sebabnya Ketua Umum Gerindra memberi tiga rekmenmdasi. Antara lain, wajib menangkan paslon Nupati dan Wanup Bangkalan KH. Abd.Latif fan Mohni. Perjuangkan mandat dari rakyat dan rebut hati rakyat.

“Bangkalan adalah pintu gerbang Madura. Maka dari itu mari kita perjuangkan Madura sebagai provinsi terakhir yang ke 35,” seru Mizar Zahro. (yans).