IMM Lamongan Gelar DAM Di Tempat Reklamasi Bermasalah

Anggota IMM dan LSM AMPERA di lokasi reklamasi bermasah di wilayah Paciran Lamongan. Foto:fer_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Ketua Bidang Kader Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Timur, Dimas Anugerah Robby merasa terkesan dengan kegiatan Darul Arqom Madya (DAM) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Lamongan.

Dimas mengungkapkan ternyata kegiatan DAM IMM Lamongan ini peserta mendapatkan sesuatu yang berbeda dari kegiatan sebelumnya yang perna digelar. Pasalnya, mulai dari konsep materi yang kongkrit terhadap isu permasalahan yang ada di kawasan Lamongan.

Sebelum penutupan kegiatan ini, peserta diajak langsung terjun ke lapangan untuk melihat proyek reklamasi bermasalah PT Prakitri Hasta Darma (PHD), ujarnya saat mengadakan kegiatan Analisis Soal (Ansos) pada, Ahad (4/3) kemarin di Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

Lokasi ini dipilih sebab proyek reklamasi dengan penyusunan AMDAL masih berlangsung oleh institusi yang sudah ada lingkungannya belum dimilikinya, sambung Dimas, selain itu pembangunan ini dianggap telah merusak kawasan hutan mangrove.

Rencananya, PT. PHD akan membangun sebuah pabrik seluas 10,2 hektar yang merupakan lahan milik negara. Tanah Negara tersebut dialih fungsikan oleh sebuah perusahaan yang bergerak dibidang penyedia produk alat transportasi laut, suku cadang kapal laut ini. Sementara itu lahan seluas 8,20 hektar merupakan lahan hutan mangrove.

Sebelumnya banyak elemen masyarakat yang sudah melakukan penolakan terhadap kegiatan reklamasi tersebut, “masyarakat merasa daerah itu adalah kawasan konservasi pohon mangrove yang tidak boleh digunakan untuk usaha pribadi,” katanya.

Menurutnya, sebagai kader IMM yang kritis harus berperan aktif mengontrol terhadap industrialisasi yang bermasalah. Selain itu, harus dapat mengontrol kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Cabang IMM Lamongan, Musa Kubuwono mengatakan Darul Arqom Madya ini merupakan perkaderan utama dalam pengembangan wawasan keilmuan dengan pembahasan yang berbeda yakni tentang industrialisasi.

Peserta tidak hanya mendapatkan materi tentang industrialisasi tetapi nantinya mampu mengimplementasi materi-materi yang didapat selama kegiatan berlangsung, tutupnya. (omdik/fer)