Diguyur Hujan 3 jam Lamanya, Longsor Menimpa Dua Titik di Bendungan

Petugas masih berupayabersihkan material longsor yang menimpa dua lokasi di Dsn. Pakel Desa Dompyong Kec. Bendungan, Rabu, (7/3) . (hamzah)

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Akibat diguyur hujan dengan intensitas tinggi hampir tiga jam lamanya , longsor terjadi pada dua lokasi di wilayah Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek . Dua titik longsor itu kesemuanya ada di RT 21 RW 6 Dusun Pakel Desa Dompyong Kecamatan setempat. Tidak ada korban jiwa, namun material longsor yang berjumlah ratusan kubik dengan tebal 25 centimeter dan tinggi 15 meter itu menutup akses jalan penghubung antar desa , Desa Dompyong menuju Desa Botoputih serta sebaliknya, Rabu, (7/3) pukul 13.00 WIB.

Sedangkan titik yang lainnya menimpa rumah milik , Darmini, (50) warga setempat dengan material longsor setinggi 5 meter dengan ketebalan 5 meter pula. Tidak ada korban jiwa saat kubikan material itu menghantam pada bagian kamar rumah yang persis di bawah bukit ini . Hanya kerusakan pada dinding kamar yang terbuat dari bahan kalsiboard.

Kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek bersama tim dari Basarnas dan relawan yang lain bergotong royong membersihkan material longsor agar jalan penghubung Desa Dompyong dan Desa Botoputih bisa normal kembali. Sementara petugas juga masih menghitung kerugian yang menimpa keluarga Darmini.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Trenggalek, Djoko Rusianto menjelaskan kejadian tanah longsor yang menimpa pemukiman dan jalan desa di Dusun Pakel Desa Dompyong tersebut lebih dikarenakan guyuran hujan dengan intensitas yang tinggi berlangsung tiga jam lebih.

“ Hujan mengguyur deras di Bendungan sejak pukul 12.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB. Diperkirakan pukul 13.00 WIB terjadilah longsoran bukit yang bersebelahan dengan pemukiman penduduk,” ucapnya.

Pada bukit yang bersebelahan dengan rumah penduduk mengakibatkan longsorannya menuai jebolnya dinding kamar milik korban Darmini. Sedang untuk bukit yang tidak jauh dari rumah korban , langsung berhamburan di jalan penghubung antar Desa Dompyong – Desa Botoputih sebelah barat.

“ Yang menumpuk jalan penghubung desa tebalnya 25 centimeter dan tinggi 15 meter sehingga arus kendaraan untuk sementara waktu di tutup,” lanjutnya.

Pihaknya kini secara bersama-sama membersihkan material pada dua titik tersebut walau terkendala medan yang tidak memungkinkan diturunkannya alat berat .

“ Selain akses jalan yang sempit, alat berat dengan kapasitas besar akan sulit dalam memobilisasinya,” terangnya.

Dari pantauan , petugas masih melakukan proses pembersihan material secara manual dan bagi kendaraan yang biasa memakai jalur tersebut untuk sementara waktu memutar melalui jalan yang ada di Dusun Garon Desa Dompyong walau harus memutar sejauh 5 kilometer.

“ Terpaksa mas , dari pada tidak bekerja kami mutar saja melalui jalan Garon,” tutur , Andik warga setempat yang biasa bekerja angkut kayu  dengan menggunakan kendaraan pick up nya. (ham)