Kawal Pembangunan Kawasan Selatan, Salah Satu Janji Emil Dardak

Emil Elestianto Dardak saat sambangi salah satu komunitas penggemar kopi di Trenggalek
Emil Elestianto Dardak saat sambangi salah satu komunitas penggemar kopi di Trenggalek

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Pasangan Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa- Emil Elestianto Dardak melakukan kampanye di Kabupaten Trenggalek. Dalam kampanye tersebut Emil juga mendatangi Kantor DPD Golkar Trenggalek sebagai partai pengusung dalam rangka konsolidasi kemenangan sekaligus bertatap muka langsung dengan kader-kader Golkar, Jumat (9/3/2018).

Emil Dardak calon wakil Gubernur Jatim mengatakan, kemenangan akan tercapai tatkala kebersamaan serta dukungan dari partai pengusung dalam menyampaikan visi misi ke masyarakat. Langkah awal jika terpilih nantinya menuntaskan dulu pekerjaan yang belum terselesaikan di Kabupaten Trenggalek.

“ Meski terpilih, saya tidak akan pergi cepat-cepat, masih banyak yang perlu kita kawal dalam berbagai perkembangan pembangunan serta perkembangan di wilayah Trenggalek,’’ ucapnya, Jum’at, (9/3/2018) .

Dijelaskan, dia akan berjuang mengawal tersambungnya jalur Panggul ke Prigi, Anjungan cerdas, memajukan industri yang berbasis tanaman Agro forestri, membangun Pasar ke arah modern. Tidak hanya itu pasar Pon yang lebih dari 30 tahun pun belum bisa terbangun, namun tahun ini akan terbangun.

“ Jika pembangunan Pasar Pon dapat terwujud, akan kita jadikan tonggak modernisasi dan menguatkan perekonomian rakyat di jantung kota Trenggalek dan sekitarnya,’’terangnya.

Emil menambahkan, bayangkan  jika Trenggalek mempunyai perwakilan di Provinsi Jatim, perjuangan pembangunan Lingkar Wilis akan selesai di tahun 2022.

“ Wes wayahe kawasan Selatan terwakili dan maju, itu merupakan cita-cita dan harus diperjuangkan bersama. Keberangkatan saya sebagai Wagub Jatim untuk membangun Trenggalek dari Jawa Timur demi kemajuan  kawasan selatan,’’katanya.

Dikatakan pula selama memimpin, Kabupaten Trenggalek telah disokong oleh Perda yang menolak jerat rentenir. Perda tersebut menginstruksikan bahwa toko ritel berjejaring hanya dapat berdiri di atas koperasi.

Sehingga kita tinggal membutuhkan komitmen bersama untuk keberlangsungannya. Selain itu Kabupaten Trenggalek juga telah memberikan fasilitas pinjaman tanpa jaminan dan suku bunga yang mencekik leher.

“Komitmen kami memberikan kesejahteraan kepada masyarakat terutama pada masyarakat miskin di Jatim. Serta berjuang penuh pada nasib nelayan, petani, pendidikan untuk memberikan lapangan kerja yang lebih baik. Serta mewujudkan Jatim cerdas dan sehat dengan memberikan fasilitas ambulan sayang desa di Pustu,”pungkasnya.(sup/ham)