Kreatifitas karang Taruna Poncol, Kembangkan Taman Bukit Genilangit Jadi Nge Hits

KANALINDONESIA.COM, MAGETAN: Merunut sejarahnya, Bukit Bedengan atau lebih dikenal dengan Genilangit yang terletak di pinggiran wilayah Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan ini sudah lama dikenal oleh warga, terutama kalangan remaja. Dulu  remaja era tahun 80an pasti sudah mengenalnya, dulunya bukit ini dijadikan sebagai bumi perkemahan, namun masih sebatas bukit yang masih perawan dengan  udaranya yang dingin.

Bukit Bedengan ini terletak di sisi sebelah selatan Gunung Lawu sekitar 4 kilometer. tepatnya berada di lereng Gunung Kukus. Menuju ke Genilangit pengunjung akan disuguhi hamparan perkebunan warga dengan berbagai jenis tanaman sayur- sayuran dibawah pohon pinus menambah aroma segar bau yang dikeluarkan menyatu dengan segarnya udara.

Diketahui, pada tahun 2016 lalu, anggota DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, dari partai Demokrat, juga menyempatkan diri untuk melihat taman Bedengan tersebut,”dulu pernah Mas Ibas ke sini, dalam rangka melihat potensi wisata desa, tapi masih belum seperti sekarang ini,” terang Kusdi, tokoh pemuda Poncol.

Saat ini, berkat sentuhan kreativitas remaja karang taruna desa setempat, pesona Bukit Genilangit dengan luas  8,5  hektar itu, kini menjadi salah satu jujukan wisatawan lokal. Bahkan menjadi salah satu tujuan wisata selain Telaga Sarangan.

”Saya sudah sering ke Telaga Sarangan, sudah biasa, dan tidak sengaja melihat dari medsos ada wisata Bedengan(Genilangit), foto- fotonya juga ada, kami tertarik untuk melihatnya, sangat bagus sekali lokasi dan wahana yang tersedia, puas rasanya berselfi diatas ketinggian dengan menaiki ayunan dan perahu diatas awannya,” ungkap Dani, salah satu wisawatan lokal dari Madiun.

Melihat ada aotensi wisata untuk di make over, lanjut Kusdi, bersama pemuda  karang taruna pada waktu itu, berbagai upaya dilakukan untuk mengembangkan potensi alam taman tersebut.

“Awalnya kita buat selfi di atas pohon, yakni sebuah tangga ke atas pohon dan disediakan tempat untuk berselfi,” kenangnya.

Dalam mengembangkannya, Kusdi menceritakan, jika awalnya bermodal dari uang urunan dan iuran dari warga, dengan sekepakatan bagi hasil, mulailah karang taruna Desa Poncol meng take over taman bukit Genilangit.

” Awalnya patungan para pemuda setempat dan beberapa iuran dari warga, mulailah sedikit demi sedikit kita buat taman geni langit ini,” terangnya.

Saat ini tercatat ada 7 wahana lebih, seperti area outbound, area selfi, area ATV, arena berkuda taman bunga, gajebo serta gubug keluarga.

” Pelan- pelan mulai dari hasil tiket masuk yang dikelola pemuda kita, ditambah urunan dan iuran, akhirnya meski masih sederhana kami bisa mewujudkannya seperti sekarang ini, dan Alhamdulillah saat ini sudah bisa memberikan sedikit pemasukan untuk anggota karang taruna kami,” ungkap Edi Suko Wahyono, ketua karang taruna

Ditambahkan Edi, pada liburan kemarin, wisata Desa Geni langit dibanjiri wisatawan, pemasukan dari tiket masuk @ Rp 5.000 tersebut tembus hingga 200 juta dalam sebulan hasil tersebut dibagi untuk pengelola, perhutani dan sebagian untuk kas.

”Hasil tersebut sangat luar biasa menurut kami, sangat membantu meningkatkan perekonomian warga, khususnya para remaja desa sini.” tandasnya.

Melihat geliat wisata desa sekarang ini banyak diminati wisatawan, pihak karang taruna Poncol berencana mengembangkan lagi wahananya, namun untuk mengembangkan wahana yang baru tersebut, diperlukan anggaran yang cukup besar, diharapkan pihak- pihak terkait bisa ikut berpartisipasi agar wahana air terjun, kolam dan tanaman buah bisa segera terealisasi.

” Untuk anggaran wahana baru yakni air terjun, kolam dan perkebunan buah, memerlukan anggaran yang lumayan besar, kami berharap aspirasi kami mungkin bisa didengar wakil kami di pusat, agar segera terealiasi wahana baru tersebut,”tegasnya lagi.(Choiri)