Direktur LINK : Amdal yang Dikeluarkan Dishub Banyak yang Bermasalah

rambu yang dipasang dishub dan ditutupi sak semen oleh warga

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Penolakan warga, atas perubahan jalur dari dua arah menjadi satu arah oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang, di Jalan Jaya Negara, kelurahan Kepanjen, juga mendapat dukungan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LInK).

Aan Ansori selaku direktur LInK, menilai bahwa Dishub Jombang, memang mempunyai masalah dalam mengeluarkan kebijakan, bahkan Aan menuding minimnya sosialisasi serta tidak adanya kajian, terkait dampak ekonomi dengan adanya perubahan jalur, pasti akan menjadi sumber masalah, yang akan merugikan masyarakat.

“ penataan lalullintas ini, tidak bisa dilakukan secara sepihak, ia harus memperhatikan aspek lain, misalnya aspek sirkulasi ekonomis, sejauh mana perubahan jalur, itu kemudian tidak berimbas pada laju ekonomi itu sendiri,” kata Aan pada sejumlah jurnalis, Seni 12/3/2018.

Masih menurut Aan, untuk itu pihaknya mengkritik langkah Dishub, yang melakukan scenario perubahan jalur, dengan dalih ingin mengurai kemacetan di jalan Jaya Negara. “  apakah iya perubahan jalur ini, bisa mengkontribusi terkait kemacetan, sedangkan menurut sidak Ditlantas Polda Jatim, kan bukan pada jalur ini,” ujar Aan.

Lanjut Aan, sedangkan masalah kemacetan di Jombang, menurut sidak dari Ditlantas Polda Jatim dikarenakan adanya Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdal Lalin) yang bermasalah, yang dikeluarkan oleh Dishub.

“ banyak sekali Supermarket, Rumah Sakit, dan public fasiliti, itu yang memang problem parkirnya itu bermasalah sejak awal, lah kalau itu tidak diselesaikan dan kemudian ia mengorbankan yang lain, kan masyarakat jadi kayak gini (red : demo),” terang Aan.

Saat disinggung apakah memang penyebab carut marutnya pengelolaan parkir di Jombang ini disebebkan adanya rekomendasi Amdal dari Dishub yang bermasalah sejak awal, pihaknya menuturkan bahwa memang hingga saat ini rekomendasi Amdal yang dikeluarkan oleh Dishub bermasalah. “ contohnya linggar jati yang didekat Ringin Contong, itu sidak dari Ditlantas ka nada temuan masalah,” ungkap Aan.

Untuk itu, pihanya berharap pada pemerintahan saat ini untuk segera melakukan tidakan tegas, dengan meminta pihak-pihak yang mempunyai masalah amdal untuk segera menyelesaikan masalah tersebut, sehingga masayarakat di Jalan Jaya Negara tidak menjadi korban, kebijakan Dishub.

“ untuk itu saya menuntut ke Setiajit untuk berani, ia terpilih kan gak pake duwet, artinya dya gak punya beban masa lalu, agar itu bangunan yang dipinggir ringin contong itu ditutup, atau kalau memang tidak ditutup, sementara disuruh mengurus masalah Amdal, biar orang-orang di jalan Jaya Negara tidak menanggung dosa nya yang disana,” tukasnya.

Sementara itu Imam Sujianto selaku, Kepala Dishub Jombang menuturkan bahwa pihak Dishub masih melakukan uji coba, terkait perubahan jalur dari duah arah menjadi satu arah. Bahkan uji coba ini rencananya akan dilakukan di tiga jalan, yakni di jalan Jaya Negara, jalan RE Martadinata dan jalan Seroja, namun pada uji coba yang dimulai hari ini hanya ada dua jalan yang dilakukan uji coba.

“  hari ini itu masih uji coba mas. Dasarnya yakni setelah mendengarkan masyarakat, yang meminta untuk melakukan kajian untuk meberlakukan satu jalur, jadi ini masih uji coba, tolong diluruskan yam as,” papar Imam.(elo)