Terdakwa Penggelapan Ang Donny Wijaya Dibebaskan, Hakim Sebut itu Perkara Onslagh

KANALINDONESIA.COM, Surabaya Terdakwa kasus penggelapan uang penjualan sepeda motor, Ang Donny Wijaya (30), dibebaskan dari tuduhan.

Hakim Unggul Mukti Warso menyatakan tidak sependapat dengan surat dakwaan  dan tuntutan yang dijatuhkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo. Sebelunya JPU menuntut terdakwa Ang Donny Wijaya dengan hukuman 1 tahun dan 6 bulan penjara.

Hakim Unggul dalam amar putusannya yang dibacakan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (12/3/2017), menyatakan perbuatan penggelapan terdakwa Ang Donny Wijaya bukanlah perbuatan pidana melainkan perdata atau onslagh. Hal itu itu dibuktikan dari keterangan saksi-saksi yang dihadirkan dalam persidangan.

“Terdakwa Ang Donny Wijaya terbukti melakukan penggelapan, tapi perbuatan itu bukanlah perbuatan pidana, sehingga terdakwa harus dibebaskan tuntutan hukum (onslagh van alle rechtsvervolging),” ucap hakim Unggul saat membacakan amar putusannya.

Pertimbangan hakim lainnya, terdakwa Ang Donny Wijaya memiliki niat baik mengembalikan kerugian atas laporan Intan Mei Tudiyana Suginten melalui wesel dan telah diterima oleh pelapor menjadi salah satu alasan Hakim Unggul atas vonis onslgh tersebut.

Seperti diketahui, warga Bukit Darmo Surabaya itu dilaporkan Intan Mei Tudiyana Suginten, warga Raya Simpang Darmo Permai Selatan Nomor 107 Surabaya, dengan tuduhan menggelapkan uang penjualan motor merk Viar  Type V 10 R Tahun 2016 dengan Nopol  L 5944  VJ senilai Rp 25 juta.

Terdakwa Ang Dony awalnya didakwa oleh Jaksa Damang Anubowo dengan dakwaan melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan dan 372 KUHP tentang penggelapan. Saat tuntutan, Jaksa Damang menyatakan terdakwa Ang Donny Wijaya terbukti melakukan penggelapan.

Namun dalam fakta persidangan terungkap, sepeda motor tersebut dijual ke saksi Andik seharga Rp 19.500.000 dengan sepengetahuan pelapor. Namun setelah terjadi jual beli itu, saksi pelapor Intan Mei Tudiyana Suginten ngotot jika sepeda motor tersebut terjual seharga Rp 25 juta dan melaporkan perkara ini ke polisi. Selisih nilai sebesar Rp 5 juta itu kemudian dikembalikan terdakwa Ang Donny Wijaya melalui wesel pos dan telah diterima oleh Intan Mei Tudiyana Suginten.

Hakim Unggul juga mendesak agar terdakwa Ang Donny Wijaya dipulihkan nama nama baiknya. “Memulihkan hak terdakwa Ang Donny Wijaya dalam kemapuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya,” sambung Hakim Unggul.

Sementara itu Jaksa Damang Anubowo langsung mengambil sikap melakukan upaya hukum. “Kami kasasi,” ucap jaksa yang bertugas di Kejari Surabaya ini.

Terpisah, Advent Dio Randy,SH selaku penasehat hukum terdakwa Ang Donny Wijaya mengapresiasi putusan hakim Unggul Mukti Warso. “Karena memang kasus ini perdata yang dipaksakan ke pidana,” terang Advokat muda yang akrab dipanggil Dio usai persidangan.ria