Kasus Pengglonggongan Tukinem, Polres Trenggalek Tetapkan 13 Tersangka

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Penyidik Satreskrim Polres Trenggalek kembali menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus penganiayaan dan penggelonggongan seorang nenek Tukinem (51) warga Dusun Jeruk Gulung Desa Surenlor Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek hingga tewas.

Setelah melalui proses penyidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi berjumlah 15 orang, Polisi yang sebelumnya telah menetapkan 7 orang tersangka, saat ini kembali menetapkan 6 orang tersangka dan total 13 yang diduga pelaku pembunuhan yang tidak manusiawi.

Tujuh tersangka sebelumnya yakni, Rini Astuti dan Jumitun anak kandung korban, Jayadi Budi menantu korban, Suyono dan Katenun adik ipar korban, Apriliani dan Adris Prasetyo keponakan korban. dan Insial Y, W, R. Petugas kembali menetapkan 6 orang tersangka yakni, inisal Y, W, R, R, T dan J yang semua masih saudara korban.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S mengatakan, kasus penganiayaan hingga menyebabkan Tukinem meninggal dunia yang awalnya diamankan 7 orang tersangka. Setelah dilakukan penyidikan dan pengembangan kini bertambah 6 orang tersangka lagi dan total menjadi 13 orang tersangka.

“ Benar setelah dilakukan pengembangan, penyidikan dan pemeriksaan kasus tersebut, petugas kembali menetapkan 6 orang tersangka dan jumlah total ada 13 tersangka,’’ucapnya.

Dikatakan, Tukinem tewas menjadi korban penganiayaan sekelompok orang yang tak lain masih anggota keluargan korban. Tragisnya Tukinem tewas dengan cara di gelonggong air selama sekitar 30 menit secara paksa oleh para pelaku setelah melakukan ritual.

“ Berdasarkan hasil outopsi dari tim medis forensik Bhayangkara Kediri, pada tubuh korban telah ditemukan tanda-tanda kekerasan pada mulut serta aliran udara tertutup oleh air, rongga dada dan paru-paru penuh dengan cairan,’’terangnya.

Dijelaskan, tujuh tersangka yang telah diamankan memiliki peran masing-masing dan mereka melakukan ritual dengan dalih untuk kesembuhan korban yang sebelumnya menderita sakit.

“ Untuk tujuh tersangka akan di kenakan pasal yang berbeda, yakni KDRT, pasal 170 KUHP. Sedangkan untuk yang 6 orang tersangka akan dikenakan pasal 531 KUHP pidana karena dinilai tidak memberikan pertolongan kepada korban disaat sedang dianiaya. Namun ke enamnya tidak di tahan karena ancaman hukuman hanya tiga bulan penjara,’’pungkasnya.(sup/ham)