Kini Giliran Guru SD Di Lamongan Menjadi Korban Jebakan Tikus

Jasad korban saat ditemukan dengan salah satu tangan memegang kawat jebakan tikus yang dialiri aliran listrik. Foto:omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Suasana duka menyelimuti keluarga Supriyono (43) seorang guru salah satu SD di wilayah Kecamatan Kalitengah warga Desa Butungan  Kecamatan Kalitengah, Lamongan Jawa Timur, pasalnya jebakan yang dialiri listrik untuk membasmi hama tikus di sawahnya, malah berubah menjadi senjata makan tuan.

Ironisnya, korban Supriyono diduga tewas akibat jebakan tikus yang sengaja dipasangnya. Sebelumnya, dirinya diketahui menggunakan jebakan model aliran listrik untuk menghalau serangan tikus yang menyatroni tanaman padi miliknya.

Kejadian ini terungkap saat Suliyan (55) warga Desa Butungan, Senin (19/3/2018) malam sekitar pukul 19.00 WIB dia bermaksud untuk melihat jebakan tikus di sawahnya. Ketika dia menelusuri pematang sawah dan menemukan jasad korban Supriyono tertelungkup sudah tidak bernyawa dengan posisi kepala di sebelah selatan dan kaki membujur ke utara dengan memakai mantel dan salah satu tangan korban menyentuh kawat jebakan tikus yang dialiri listrik.

Tak ingin gegabah, dirinya lantas memberitahukan kejadian tersebut ke Samiaji, Kepala Dusun Butungan dan kepada Kepala Desa Butungan. Bersama warga yang lain Samiaji pun datang ke lokasi. Saklar perangkap tikus tersebut selanjutnya dimatikan.

“Sebetulnya sudah sejak dari sore keluarga mencari keberadaan korban karena cuaca mendung yang cukup tebal dan gelap”,ujar Samiaji.

Lebih lanjut Samiaji menjelaskan kalau sorenya salah satu warga Dusun Butungan yang bernama Muzakin (41) sempat bertemu dengan korban di areal persawahan tidak jauh dari tempat jasad korban ditemukan dan mengajak korban untuk pulang namun ditolak oleh korban dengan alasan masih ingin menyelesaikan kegiatannya di sawah.

Kepanikan timbul dirasakan oleh Yusti Oktaviana (istri korban) melihat hari sudah mulai gelap dan hujan turun dengan derasnya, sementara suaminya belum pulang. Sehingga dia mencoba mencari informasi kepada orang-orang yang tadi sempat bertemu dengan korban, termasuk dengan Suliyan. Sembari melihat sawah miliknya Suliyan juga mencari keberadaan korban dan menemukan korban sudah tidak bernyawa.

Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kalitengah. Selang sekitar setengah jam petugas polsek tiba bersama dengan tim medis Puskemas Kalitengah.

Petugas melakukan oleh TKP dan memintai keterangan saksi. Sedangkan tim medis melakukan pemeriksaan tubuh korban guna memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau bekas penganiayaan. Jasad korban Supriyono langsung dibawa ke rumah duka lantaran pihak keluarga menolak otopsi.

Kapolsek Kalitengah, AKP. Sirin, SH.ketika dikonfirmasi membenarkan.kejadian tersebut. Menurutnya, anggota mendapat informasi langsung datang kelokasi guna memastikan kebenarannya. Setelah dicek kebenarannya, anggota langsung memintai keterangan sejumlah saksi.

“Pihak keluarga menganggap kejadian tersebut sebagai musibah, korban tewas setelah tersengat aliran listrik perangkap tikus yang dipasangnya. Hal tersebut terbukti dari hasil visum tim medis Puskemas Kalitengah”, jelas AKP. Sirin.

Kapolsek juga mengharapkan, dengan kejadian ini masyarakat agar tetap berhati-hati ketika membuat jebakan tikus yang menggunakan setrum. Karena selain membahayakan diri sendiri juga membahayakan orang lain.(omdik/fer)