Telusuri Suap Nyono, KPK Panggil Anggota DPRD Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Telusuri aliran dana suap yang menjerat Bupati Jombang Non-aktif Nyono Suherli Wihandoko, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil anggota DPRD Jombang, Syarif Hidayatulloh atau Gus Sentot.

Gus Sentot diperiksa karena materi penyidikan terkait kasus suap Dinas Kesehatan, perizinan dan pengurusan penempatan jabatan di Pemerintah Kabupaten Jombang, mengingat dirinya sebagai ketua Komisi D, yang membidangi masalah kesehatan.

Hal ini dibenarkan oleh juru bicara KPK, Febri Diansyah yang menyatakan, pemanggilan kepada anggota DPRD Jombang, Syarif Hidayatulloh dalam kapasitas sebagai saksi. Politisi Partai Demokrat Jombang tersebut dipanggil penyidik KPK untuk mendalami adanya dugaan aliran dana dari tersangka Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kesehatan non aktif, Inna Siletyowati.

“Penyidik mengklarifikasi adanyaa dugaan aliran dana dari tersangka Inna,” kata Febri Diansyah melalui pesan singkat WhatsApp, Senin Sore (19/3/2018).

Masih menurut Febri, pemanggilan untuk M. Syarif Hidyatullah atau Gus Sentot masih seputar kasus suap Dinas Kesehatan, terkait Perijinan dan penempatan jabatan di Pemkab Jombang dengan tersangka Bupati Jombang non aktif Nyono Suharli Wihandoko.

“Saksi M Syarif Hidayatullah, Anggota DPRD Kabupaten Jombang hari ini diagendakan diperiksa untuk tersangka NSW (Nyono Suharli Wihandoko,” pungkasnya.

Namun atas pemanggilan ini, pria yang menjabat sebagai Ketua DPD Parrtai Demokrat Jombang ini justru memilih irit bicara. Saat dikonfirmasi, Gus Sentot justru meminta para jurnalis, utnuk menanyakan hal itu ke ketua DPRD Jombang.

“Jenengan langsung ke pak joko mawon, (ke Pak Ketua Dewan aja mas pak Joko Triono. Pokoknya masalah KPK langsung ke Ketua mawon,” ujar Gus Sentot, Selasa (20/3/2018).

Seperti diketahui, Bupati Jombang (non aktif) Nyono Suharli Wihandoko ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam operasi tangkap tangan (OTT) 3 Februari 2018 lalu. Nyono ditangkap saat berada di sebuah tempat dikawasan Stasiun Balapan Solo.

Selain Nyono, KPK juga menangkap Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kesehatan Jombang Inna Silestyowati di Surabaya. KPK kemudian menetapkan Nyono sebagai tersangka dalam kasus suap perizinan dan pengurusan jabatan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang.

Nyono diduga menerima suap dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Inna Silestyanti sebesar Rp275 juta agar segera ditetapkan sebagai kepala dinas difinitif. Uang tersebut diduga dikumpulkan Inna dari kutipan jasa pelayanan kesehatan atau dana kapitasi dari 34 puskesmas di Jombang dan kemudian uang tersebut sempat dipakai Nyono untuk modal kampanye dalam kontesasi pilkada 2018.

Nyono dijerat Pasal 12 huruf A atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. (elo)