Diduga Hasil Hubungan Gelap, Seorang Bayi Ditemukan di Empang

Beberapa saat bayi yang dibuat ibunya sudak mulai stabil. Foto:omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Kasus pembuangan bayi terjadi di Wilayah Kabupaten Lamongan. Kali ini warga menemukan sesosok bayi di Tempat Pembuangan Sampah di Desa Warukulon Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (20/3/2018).

Menurut Kasiatun, saat itu jam 07.00 WIB Ketika dia hendak bermaksud membuang sampah di tempat pembuangan sampah dikejutkan dengan suara tangisan bayi. Merasa penasaran, Kasiatun pun mencari sumber suara itu.Alangkah terkejutnya ia ketika melihat ada bayi berjenis kelamin laki-laki yang masih dipenuhi dengan tali pusar  masih terjurai segar dan di badannya sedikit mulai diselimuti lumut di tempat pembuangan sampah tersebut.

Melihat sesosok bayi di tempat sampah tersebut, Kasiatun segera meminta pertolongan kepada tetangga sekitar untuk mengangkat bayi mungil dari kubangan sampah di belakang rumah tersebut.

“Melihat kondisi bayi itu diperkirakan belum lama dibuang dari penemuan. Soalnya darah masih segar, tangisnya kenceng dan tali pusarnya masih ada,” ungkap Kasiatun, Selasa (20/3/2018) kepada beberapa awak media.

Dengan dibantu oleh Hadi (50) warga setempat, bayi laki-laki yang sehat tersebut dilarikan ke Klinik As-Syifa untuk mendapatkan perawatan intensif.

Setelah dipastikan kalau bayi ini dibuang oleh orang tuanya yang tidak bertanggungjawab, pihak penemu bayi dan masyarakat Desa mulai menginventarisasi terhadap masyarakat Desa Warukulon yang memiliki tanda-tanda sedang hamil. Dengan berbagai alasan, akhirnya dugaan terhadap pelaku pembuangan bayi ditujukan kepada Lusiana Natasi (18) perempuan yang rumahnya tidak jauh dari tempat ditemukannya bayi yang tidak berdosa tersebut.

Kecurigaan warga semakin kuat, ketika diketahui pelaku juga sedang dalam perawatan di klinik yang sama dengan alasan pendarahan.

Adapun motif dari pembuangan bayi tersebut diduga pelaku malu karena diusia 18 tahun dan tanpa suami yang sah dia harus melahirkan dan memiliki anak. Diduga bayi yang dibuang adalah hasil dari hubungan gelapnya dengan seorang laki-laki.

Kepada kanalindonesia.com, Kanit Reskrim Polsek Pucuk, Aiptu Slamet membenarkan kasus penemuan bayi tersebut. Menurut Slamet, seorang bayi ditemukan tempat pembuangan sampah di salah satu empang belakang rumah ketika saksi akan membuang sampah.

Kasus penemuan dan pembuangan bayi ini sudah ditangani oleh Polsek Pucuk. Polisi sudah mengadakan penyelidikan sekaligus meminta keterangan dari beberapa saksi. Sementara itu, bayi yang berjenis kelamin laki-laki tersebut berdasarkan informasi yang diterima oleh kanalindonesia.com sudah dipindah ke RSUD dr. Soegiri Lamongan untuk menerima perawatan dengan peralatan dan tenaga medis yang lebih memadai. (omdik/fer)