Ironis Beras Rastra Berkutu dan Apek, Diberikan Warga

beras rastra kualitas buruk dari bulog yang dibagikan ke warga Dusun Pandanwangi, Desa Pandanwangi

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM : Beras sejahtera (Rastra), dari Bulog, dengan kualitas buruk kembali beredar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Peristiwa ini terjadi lantaran, tidak dilakukannya pengecekan kualitas beras rastra oleh pemerintah Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek Jombang, saat beras didistribusikan dari gudang Bulog ke kantor Desa setempat.

Haris S, selaku kepala Desa Pandanwangi, mengakui bahwa pihak pemerintah Desa tidak melakukan pengecekan terlebih dahulu, sebelum beras dibagikan ke warga.

” Tadi warga sudah datang ke sini dengan membawa segenggam contoh. Saya juga sudah kasi solusi untuk membawa berasnya semua ke sini untuk kita ganti, ” pungkas Haris.

Kondisi beras yang berbau apek, berjamur, serta berkutu tersebut, terlanjur diterima warga. Akibat kejadian tersebut, 30 kepala keluarga Dusun Pandanwangi RT 10 RW 4 tersebut, mengeluh namun tidak berani protes.

“ Kelemahan kita memang beras saat datang dari Bulog kita tidak melakukan pengecekan satu persatu, yang dicek cuman jumlahnya,” kelit Haris.

Sementara itu sejumlah warga mengaku beras rastra yang diterima tidak layak dimakan manusia karena kondisinya sangat buruk.

” Berasnya seperi njamur tidak bisa dimanakan, ya bisanya buat pakan ayam mas,” kata Jaini (56) warga setempat saat ditemui sejumlah jurnalis, Senin (16/4/2018).

Masih menurut Jaini, beras dengan kualitas buruk ini diterimanya tiga kali, dengan dua tahap pembagian. Namun kondisi kesemuanya beras rastra tersebut tidak bisa dikonsumsi.

” Sudah tiga kali dapat beras ini, tapi ya sama jeleknya mas, tidak bisa dimakan, tapi tidak berani bilang, ya ndak apa-apa, tapi ya gak bisa dimakan,” ujarnya.

Saat disinggung apa harapannya, kedepan mengenai adanya pembagian beras rastra yang kualitasnya buruk tersebut. Pihaknya berharap agar kedepan pemerintah mampu menberikan beras rastra yang labih baik.

” Ya asalkan berasnya putih, asalkan bisa dimakan lah mas,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ridwan (44), warga setempat. Selain buruknya kualitas beras tersebut. Pembagian beras rastra di Dusunnya tersebut, ada keterlambatan, karena beras rastra yang seharusnya dibagikan tiap bulan, baru pada bulan ini, dibagikan.

” Baru dua kali ini ada pembagian, ya pembagian beras ditunda karena ada masalah katanya mas,” terang Ridwan.

Ketika ditanya apa sudah pernah mengajukan komplai, Ridwan menuturkan, jika selama ini belum pernah komplain. ” Ini mau komplain, dan katanya warga mau dikumpulkan di Balai Desa,” tegasnya.

Lanjut Ridwan, meski beras rastra ini dinerikan secara gratis, pihaknya berharap pada pemerintah Desa segera membagikan beras tersebut, sesuai jadwal.

” Yang diinginkan warga terkait waktu pembagian, kalau memang sudah didapat berasnya, ya langsung dibagikan, dan yang terpenting pihak Desa bisa menilai apa beras ini layak atau tidak dikonsumsi sebelum dibagikan ke warga,” pungkasnya.(elo)