Di Jombang, Beras Rastra Dari Bulog Buat Pakan Ayam

beras rastra berjamur, berkutu dan berbau apek yang diterima warga RT 10 Desa Pandanwangi

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM :Buruknya kualitas beras sejahtera (Rastra) dari Bulog, untuk warga RT 10 RW 4, Dusun Pandanwangi, Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek Jombang, Jawa Timur, yang kondisinya berjamur, berkutu serta mengeluarkan bau apek, membuat warga setempat berencana menjadikan beras tersebut sebagai pakan ayam peliharaannya.

“ Sudah tiga kali ini berasnya tidak layak dimakan. Biasanya berasnya dibuat pakan ayam, karena jamur e, “ kata Jaini (56), warga Dusun Pananwangi, Desa Pandanwangi, saat ditemui sejumlah jurnalis, Senin (16/4/2018).

Hal senada juga diungkapkan oleh Ridwan (44), usai menerima beras rastra dari pihak aparat Desa setempat, pihaknya mengaku beras rastra sebanyak 30 sak yang kualitasnya buruk tersebut, sudah terjadi dua kali.

“ Waktu pembagian rastra jika sudah dapat harusnya dibagikan, dan sebelum dibagikan pihak Desa harusnya mengecek dulu apakah berasnya layak atau tidak untuk dimakan,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai jadwal pembagian beras rastra di Desa Pandanwangi, apakah sudah sesuai dengan jadwal, atau memang ada penimbunan oleh pihak Desa. Ridwan mengaku tidak tahu mengenai adanya penundaan oleh pihak Desa, namun kenyataannya selama ini, rastra yang harusnya dibagikan tiap bulan tersebut, sempat tertunda.

“ Kemungkinan ada masalah di lingkungan sehingga pembagiannya ditunda, jatah yang tahap dua ini warga dapat jatah dobel, biasanya 30 KK dapat 30 sak kali ini dapat 60 sak, dan setiap sak nya untuk tiga orang,” tukasnya.

Sementara itu Haris S, selaku kepala Desa setempat membantah jika pihaknya melakukan penundaan, bahkan setiap bulan beras rastra tersebut dibagikan ke warganya, dengan rincian satu warga, dapat satu sak.

“ Maksudnya molor mungkin terima satu digilir yang hadir, kan yang dikasi ketak giliran biar gak berbarengan, dan mungkin memang kebagian yang terakhir. Loh kalau itu kita gak tau dan bukan kebijakan kita, yang jelas satu orang membawa satu ketak, dan jumlah penerima di Desa ini ada 349 orang,” kelitnya.

Disinggung mengenai sejak kapan beras rastra tersebut datang dari bulog, pihaknya menuturkan bahwa beras tersebut sudah datang sejak satu minggu yang lalu.

“ Berasnya datang sejak Senin minggu kemarin sebanyak 349 sak, dan gak ada penundaan, mas. Beras ini dibagikan sejak bulan januari dan ini sudah berlangsung selama empat bulan, hingga sekarang,” papar Haris.

Mengenai rusaknya karung beras, yang diduga akibat kelamaan menyimpan di kantor Desa, Kades Haris mengaku bahwa saat penerimaan beras tersebut, memang cara penurunannya dari kendaraan Bulog, sebatas dilempar-lempar.

“ Disimpan diatas keramik, karungnya ada yang bagus kalau rusak ya lempar-lempar waktu diturunkan dari truk,” tukasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah Hartono selaku, penjabat sementara (Pj) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang, mengenai kualitas beras rastra yang berkutu, berjamur dan berbau apek tersebut, pihaknya sedang ada tugas diluar kantor.

“ Pak Kepala Dinasnya sedang keluar mas, Pak sekretaris Dinas juga keluar, kalau Pak Ashari sedang ada rapat di Surabaya,” ujar salah satu staf Dinsos Jombang.

Diberitakan sebelumnya sungguh ironis, beras rastra dari Bulog untuk warga di Desa Pandanwangi, tidak layak dimakan karena berbau apek, berkutu dan berjamur. (elo)