Siswa SMKN 1 Lamongan Siap Go Internasional

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Perkembangan zaman yang berdampak pada semakin banyaknya perusahaan asing di Indonesia, mau tak mau memaksa para calon pencari kerja untuk mampu berbahasa inggris dengan fasih. Pasalnya kebanyakan perusahaan mencari karyawan yang mampu mengikuti ritme dan komunikasi dengan klien yang berkebangsaan non Indonesia. Tak salah apabila seleksi sangat ketat saat interview diterapkan oleh beberapa perusahaan ternama.

Hal inilah yang membuat pihak Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lamongan, Jawa Timur, melakukan terobosan baru dengan mengadakan satu acara bertajuk “SMART IN HOUSE PROGRAM” AT SMKN 1 Lamongan.

Program tersebut merupakan program pembelanjaran bahasa inggris atau english class yang diselenggarakan selama 3 bulan. Dimulai pada bulan januari 2018 lalu hingga maret 2018. Pembelajaran itu dilakukan setiap hari jumat, sabtu dan minggu untuk setiap minggunya.

Program english class ini diikuti oleh siswa perhotelan dan tata boga. Para siswa mendapatkan tambahan bahasa inggris dan dilaksanakan di SMKN 1 Lamongan dengan trainer 4 orang, yang 1 orang setiap kelasnya. Acara itu langsung dibuka oleh Kepala Sekolah SMKN 1 Lamongan Drs. Tri Waluyo M, M.Pd.

Untuk menjawab tantangan dan tuntutan tersebut, kompetensi keahlian perhotelan dan tata boga memberikan pembekalan bahasa inggris, agar siswa perhotelan dan tata boga siap menghadapi persaingan di industri saat mereka lulus sekolah nanti.

Melalui program english class by desa inggris singosari malang, siswa perhotelan dan tata boga akan menjadi lebih percaya diri untuk berkomunikasi dengan menggunakan bahasa inggris yang selama ini menjadi momok kebanyakan siswa.

Program english class berakhir pada sabtu 31 Maret 2018 lalu. Program ditutup dengan closing meeting dimana seluruh rangkaian acara di handle langsung oleh siswa peserta english class dengan menggunakan bahasa inggris. Mulai dari MC yang dipandu oleh Permana dan Dina dari Kelas Perhotelan Industri, persembahan drama, tutorial pembuatan cake, speech keseluruhannya mengunakan bahasa inggris.

Tak lupa pada kesempatan ini terpilih 3 siswa terbaik selama program yakni Fitria Eka Nur Fadilah (X PH Industri), M. Izam Maulana Sakti (X PH Reguler), M. Sofyan Ali As’ad (X P Reguler), Permana Setya Budi. (X PH Industri), Maulidhatun Nafila (X TB Reguler), dan M. Yazid Rohman(X TB Industri)

Sementara, sejak diberlakukannya MEA pada tahun 2015 lalu, membuat persaingan antar negara di ASEAN semakin dinamis dan kompetitif. Tidak hanya pada bidang ekonomi saja, akan tetapi era pasar bebas ini menuntut pekerja mampu bersaing dalam segala bidang. Terlebih pada dunia perhotelan, dimana semua tamu dari berbagai negara bisa kita temui. Sudah pasti kita harus berkomunikasi dengan para tamu dengan menggunakan bahasa internasional yakni bahsa inggris. (Fer/Omdik)