Dua Orang Dikabarkan Tewas Saat Jembatan Babat-Widang Ambruk

Tiga buah truk fuso yang tercebur ke Bengawan Solo ketika jembatan Babat-Widang ambruk. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Sebanyak dua orang dikabarkan tewas akibat ambruknya Jembatan Widang yang menghubungkan Kecamatan Babat-Widang, Kabupaten Lamongan dengan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa (17/4/2018). Satu korban pengemudi dump truk bernama Muchlisin asal Gresik, berhasil dievakusi.

Kapolres Lamongan AKBP Feby D. P. Hutagalung S. I. K. mengatakan dua korban tewas itu merupakan sopir truk yang tengah mengemudikan kendaraannya melintasi jembatan. Ia mengatakan korban masih terjebak di dalam truk saat ini. Sementara satu korban pengendara sepeda motor belum berhasil dievakuasI. Posisi korban pengendara sepeda motor tertindih dump truk di kedalamanan Bengawan Solo.

“Total empat kendaraan motor terperosok jatuh ke dalam sungai Bengawan Solo dalam kejadian ini yaitu satu unit truk yang tengah mengangkut limbah smelter, dua unit truk tronton bermuatan pasir, dan satu unit sepeda motor”, Terang Feby.

Sementara tiga unit dump truk yang terjun posisinya saling tindih.Korban pengemudi sepeda motor belum berhasil ditemukan dan barhasil dievakuasi sepeda motornya diduga korban tertindah kendaraan damp truk

Ia mengatakan kepolisian telah berada di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari keterangan saksi dan evakuasi korban.

Saksi Yusron warga setempat yang ikut mengevakuasi korban mengatakan ada korban tewas dalam kejadian ini , atas  nama Muklisin sopir dump truk. Sedang pengemudi kendaraan sepeda motor saat ini dalam pencarian yang dilakukan warga, katanya

“Ada korban tewas dalam kejadian ini, atas nama Muchlisin, sopir dump truk sudah dievakuasi,” katanya.

Sementar itu pantauan kanalindonesia.com di lokasi jembatan  yang ambrol nampak truk di bagian atas nopol S 8569 UE posisi terbalik dan menindih truk yang dikemudikan korban Muchlisin.

Sebelumnya Kepala BPBD Lamongan mengatakan pihaknya segera mengirimkan anggota ke sana untuk membantu evakuasi korban. Berdasarkan catatan, pada 2017 silam jembatan ini pun pernah mengalami pergeseran atau ambles sedalam 15 centimeter.(omdik/fer)