Pedagang di Pertokoan Sumberwudi Mengeluhkan Perbaikan Kali Yang Seolah Terabaikan

Jembatan darurat yang dibuat pemilik toko untuk bisa menjadik akses keluar masuk. Foto:omdik_kanalindonesia.com
Jembatan darurat yang dibuat pemilik toko untuk bisa menjadik akses keluar masuk. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Saluran Irigasi Desa Sumberwudi RT 01/RW 02 Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan, Jawa Timur sudah hampir setahun dibiarkan menganga tidak diperbaiki setelah ada pembongkaran dengan alat berat.

Hingga kini, kondisi saluran irigasi tersebut dibiarkan menganga padahal di atasnya banyak lalu lalang para pembeli ke pertokoan tersebut. Beberapa tempat usaha secara mandiri membangun jembatan semipermanen yang terbuat dari kulit kayu, anyaman bambu atau matrial lain. Bahkan, terlihat semrawut dengan bentuk dan ukurannya tidak ideal.

Akibatnya, banyak pedagang di komplek pertokoan Desa Sumberwudi banyak yang dirugikan. Padahal sebelum dibongkar kenyamanan parkir dan halaman pertokoan tersebut sangat nyaman.

Informasi yang didapat, pembongkaran saluran irigasi tersebut disinyalir seringnya Desa Sumberwudi terendam apabila terjadi hujan deras. Kendati beberapa pemilik stand sudah menyampaikan ketidaknyamanan tersebut dan menanyakan kepastian dibangunnya kepada Pemerintah Desa, namun belum ada tanda-tanda akan diperbaiki oleh para pemangku kebijakan di desa setempat.

Seorang pedagang di pertokoan yang enggan disebutkan namanya menuturkan, pedagang banyak yang mengeluh atas ketidaknyamanan selama ini. Padahal, membuka usaha disini semuanya (kontrak).

“Jika terus dibiarkan, kali yang ada di depan toko saya ini bisa kembali buntu karena tanah di kanan kirinya longsor. Saya dan teman-teman hanya sering bertanya kapan dibangunnya? ” katanya, Sabtu (21/4/2018).

Dia mengakui, proyek normalisasi saluran air yang dilakukan di wilayah RT 01 RW 02 yang panjangnya mencapai 300 meter dengan lebar 1 meter tersebut memang sangat dibutuhkan warga Desa Sumberwudin demi meminimalisir banjir dan genangan yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Namun dengan mangkraknya pengerjaan saluran dengan menyisakan lubang kali yang menganga sepanjang pertokoan tersebut, selain menyulitkan warga dan kendaraan yang parkir, dikhawatirkan akan menyebabkan bahaya bagi yang akan berbelanja di pertokoan ini.(omdik/fer)