Pimpinan Daerah Muhammadyah Kendal Angkat Bicara

?

KENDAL, KANALINDONESIA.COM: Peristiwa yang terjadi di Mako Brimob  Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, dengan tersangka 2 orang wanita yang telah diamankan petugas, yang diduga bahwa kedua wanita tersebut akan melakukan penusukan kepada anggota Brimob.

Sementara pasca kejadian tersebut ada salah satu wanita yang merupakan salah satu anggota dari Ikatan Pelajar Muhammdiyah (IPM) Kendal.

Ketua Pimpinan Daerah IPM Kendal Muhammad Nuzulul Farqi mengatakan Bahwa IPM merupakan sayap Pelajar Muhammadiyah yang mengecam segala bentuk tindakan yang menyebabkan kerusakan dan keutuhan NKRI.

Dijelaskannya, Nuzulul juga menjelaskan bahwa terduga pelaku yang memiliki KTA IPM telah lulus dari Pondok Darul Arqam pada tahun 2017, secara otomatis KTA IPM dinyatakan tidak berlaku.

“Kami sangat membenci segala perbuatan yang dapat merusak NKRI, yang terduga pelaku percobaan melakukan penusukan kepada anggota Brimob bahwa dirinya menegaskan terduga sudah lulus dari Pondok  Darul Arqam sejak 2017 dan otomatis KTA tidak berlaku.”jelasnya pada saat jumpa pers, Senin (14/5).

Sementara, Pimpinan Daerah Muhammdiyah Kendal KH Muslim Rahmadi Menyangkan kejadian yang terjadi di Mako Brimob, terlebih keterlibatan dari lulusan pondok Pesantren Darul Arqam.

“Kami sangat perihatin atas terjadinya berbagai masalah yang akhir-akrhir ini terjadi terutama diawali di Mako Brimob, saya juga menyangkan adanya keterlibatan lulusan Darul Arqam yang merupakan IPM Kendal ikut terlibat.”ungkapnya.

Pihaknya, akan memperketat dan memberikan pengarahan kepada siswa siswi agar tidak terjerumus kejalan yang sesat yang dapat merugikan orang lain dan negara kesatuan Republik Indonesia.

“Kami akan lebih melakukan pendekatan kepada siswa agar tidak terjerumus ke jalan yang salah.”harapnya. (eko)