Aksi Solidaritas Seribu Lilin Untuk Korban Bom Surabaya

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Puluhan mahasiswa di Kabupaten Lamongan Jawa Timur, menggelar aksi solidaritas keprihatinan atas bom gereja di Surabaya yang menewaskan 13 orang dan lebih dari 40 orang luka-luka. Mahasiswa mengutuk keras tindakan teroris dan akan bersatu bersama masyarakat serta aparat untuk melawan teroris di Indonesia.

Mahasiswa yang tergabung dalam pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia bersama sejumlah warga Nasrani di Lamongan, menggelar aksi simpatik di Jalan Lamongrejo Bunderan Bandeng Lele.

Dalam aksinya mahasiswa menyalahkan seribu lilin di tengah jalan sambil berorasi mengecam keras prilaku para teroris di Indonesia.

Mahasiswa melakukan treatikal dua teroris yang tertangkap harus digantung atau hukuman mati. Simbolis ini menandakan agar para aparat bertindak tegas terhadap teroris, bila perlu pelaku teroris dihukum mati.

Mahasiswa menilai, tindakan teroris sudah di luar batas. Mereka tidak memiliki prikemanusiaan. Mahasiswa PMII bersama Polri mendesak dan memberantas aksi terorisme di Indonesia.

Mahasiswa bersama masyarakat di Lamongan bersama masyarakat di Lamongan sangat prihatin dengan adanya pengeboman 3 Gereja di Ngagel, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya dan Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro. Sedikitnya 13 orang tewas dan lebih dari 40 orang terluka akibat peristiwa pengeboman yang terjadi pada Minggu pagi kemarin.

Rencananya mahasiswa akan mengajak seluruh masyakat Lamongan untuk melawan teroris. Apabila teroris ditemukan ditemukan di Wilayah Lamongan, Mahasiswa dan masyarakat akan bertindak sendiri dengan menghukum mati pelaku teror.(omdik/fer)