Diduga Kembangkan Perkara Suap Bupati Non Aktif Nyono, KPK Periksa Kadis PUPR Jombang

Penjabat sementara Bupati Jombang, Setiajit

JOMBANG, KANALI DONESIA.COM:  :Diduga lakukan pengembangan terhadap perkara suap yang melibatkan Bupati Jombang non aktif Nyono Suherli Wihandoko, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembali lakukan pemeriksaan terhadap kepala dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hari Utomo, pada Kamis (17/5/2018).

Hal ini dibenarkan oleh Penjabat sementara (Pjs) Bupati Jombang, Setiajit. Saat dikonfirmasi mengenai adanya pemeriksaan terhadap Kadis PUPR oleh KPK, yang berkaitan dengan kasus Nyono Suherli Wihandoko, pihaknya mengatakan bahwa memang selama ini KPK masih berada di kota santri untuk menggali keterangan dari sejumlah pihak termasuk Kadis PUPR, Hari Utomo.

“KPK itu memang masih di Jombang. Mereka ini masih mencari data, ya lumrah mereka disini memintai keterangan,” ujar Setiajit, Kamis (17/5/2018).

Saat ditanya ada berapa Dinas yang didatangi KPK, dan siapa saja yang diperiksa oleh penyidik KPK. Pihaknya menjelaskan bahwa saat ini masih dinas PUPR, dan pemeriksaan ini hanya sekedar mengkroscek keterangan dari Tersangka Nyono Suherli Wihandoko, dengan keterangan Kadis PUPR.

“PUPR saja, untuk mencocokkan keterangan yang disampaikan Tersangka Nyono dengan Kepala Dinasnya (red: PUPR) saja,” papar Setiajit.

Ketika ditanya apa saja pertanyaan yang ditanyakan penyidik KPK pada Kadis PUPR, dan adakah tersangka baru dalam kasus suap Nyono Suherli Wihandoko, pihaknya menjelaskan bahwa secara detail tentang materi pertanyaan KPK pihaknya tidak tahu.

“Ndak tau saya secara detailnya, yang jelas KPK masih memerlukan keterangan. Ya tersangkanya Pak Nyono itu pasti. Mudah-mudahan hanya satu itu saja,” pungkas Setiajit.

Sementara itu juru bicara KPK, Febridiansyah saat dikonfirmasi melalui sambungan aplikasi WhatsApp (WA), belum juga memberikan komentar mengenai adanya kegiatan KPK di Jombang.(elo)