Judi Online Via Hp, Pria di Trenggalek Dibekuk

Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya
Polisi amankan pelaku beserta barang buktinya

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Seorang pria asal Desa  Margomulyo Kecamatan Watulimo, ditangkap pihak kepolisian sektor Watulimo lantaran melakukan tindak pidana perjudian jenis klotok di wilayah hukum Polres Trenggalek. Pelaku yakni Hermansyah (35) warga Duysun Margo Rt 01 Rw 02 Desa Margomulyo Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, diamankan aparat kepolisian saat berada di warung kopi milik Suwarni.

Berdasarkan informasi yang diterima, penangkapan pelaku berawal atas laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa sering terjadi tindak pidana judi klotok yang dilakukan secara online di warung kopi sekaligus tempat bilyard di Desa Margomulyo Kecamatan Watulimo.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo melalui Waka Polres Trenggalek Kompol Agung mengungkapkan kronologi penangkapan terhadap pelaku. “Pelaku  berhasil diamankan pihak kepolisian sektor Watulimo atas dasar laporan masyarakat yang mengatakan bahwa sering terjadi perjudian jenis klotok disalah satu tempat bilyard di wilayah Watulimo. Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan di temat kejadian perkara, dan berhasil menangkap pelaku yang berstatus sebagai bandar judi ini,” ucapya saat dikonfirmasi, Selasa (22/5/2018).

Diketahui, pelaku melakukan perjudian jenis klotok ini menggunakan media handphone. Pelaku juga mengatakan bahwa dirinya baru sekali mencoba melakukan perjudian jenis klotok ini selama beberapa bulan terakhir.

Selain berhasil menangkap pelaku, polisi juga turut mengamankan barang bukti diantaranya uang tunai Rp 476.000,00, 1 lembar papan triplek bertuliskan angka 1-6 dan 1 buah handphone merek Lenovo warna hitam.

“Saat melakukan aksi perjudian ini, pelaku menggunakan modus yakni berperan sebagai bandar judi dan mengadakan perjudian melalui aplikasi khusus di Handphone miliknya, serta menggunakan uang tunai sebagai alat taruhan,” imbuh Agung.

Atas perbuatannya ini pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di balik jeruji penjara, hingga proses hukumnya selesai. Pelaku juga masih akan menjalani penyidikan dan penyelidikan pihak kepolisian guna proses hukum lebih lanjut.

“Untuk pelaku akan dikenakan pasal 303 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkasnya. (mil)