Tangkapan Ikan di Trenggalek Melimpah, Harga Justru Anjlok

Melimpahnya tangkapan ikan di TPI Prigi Kecamatan Watulimo Kab. Trenggalek, Minggu, (27/5/2018).

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Program pemberantasan kegiatan penangkapan ikan ilegal atawa illegal fishing rupanya tidak hanya membawa dampak positif, namun juga ada dampak negatif terhadap nelayan nasional. Penurunan pencurian ikan dari kapal asing, kini membuat hasil tangkapan nelayan semakin banyak. Dengan demikian, kondisi ini membuat pasokan di dalam negeri meningkat dan membuat harga jual ikan anjlok.

Kali ini juga menimpa nelayan di Pantai Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek yang sedang musim panen ikan tetapi justru harganya hanya dikisaran Rp 3000 hingga Rp 4000 per kilo gramnya. Padahal jika tidak musim, jenis ikan teropong bisa mencapai Rp 10 ribu per kilo dan Tuna bisa mencapai Rp 20 ribu per kilo.

“Tuna sekarang walau tidak tertangkap dalam jumlah sebanyak jenis teropong, harganya juga ikut turun berkisar Rp 16 ribu saja,” ucap Sugiyono, aktifis pemerhati nelayan Prigi, Minggu, (27/5/2018) di Trenggalek.

Pria yang juga aktif di Lembaga Garuda Muda Indonesia (LGMI) Kabupaten Trenggalek ini melanjutkan, merupakan hal yang lumrah program pemerintah yang berhasil diimplementasikan justru melahirkan masalah baru yang belum disiapkan solusinya.

“Ini masih belum ada solusi dari pemerintah, karena harga itu dilakukan tengkulak,” paparnya.

Ia menjelaskan, program pemberantasan illegal fishing Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) cukup efektif mengurangi pencurian ikan di perairan Indonesia. Saat ini, ketersediaan ikan di laut cukup melimpah bagi tangkapan nelayan lokal.

“Berkali-kali kita nelayan menghadapi permasalahan serupa, dan ini sangat merugikan nelayan,” tegasnya.

Kerugian yang dimaksud diantaranya, tidak break even point (BEP) dengan cost yang dikeluarkan nelayan saat melakukan produksi. Seperti BBM, logistik kapal ,dan bayar buruh kapal.

“Tidak kembali modal, justru malah merugi,” terangnya.

Nelayan di Prigi sebelumnya hanya memperoleh tangkapan sebesar 200 ton per hari, namun saat ini volumenya tangkapannya sudah mencapai 400 ton per hari.

“Ini kan akibatnya pasokan ikan melimpah sehingga harganya turun, kasihan juga nelayan,” ujarnya.

Dia bilang, jika  pemerintah agar segera akan mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan ini dengan melakukan langkah konkrit. (ham)