PPK Maduran Lamongan Gelar Bimtek Tungsura, Cegah Kesalahan Penghitungan

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Maduran guna memantapkan pemahaman dan pentingnya proses pemungutan, penghitungan serta rekapitulasi hasil perolehan suara terhadap kegiatan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018 menggelar Bimtek pemungutan, penghitungan suara dan rekapitulasi hasil perolehan suara dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018 dengan dibagi menjadi 4 titik (zona).

Pada hari pertama, dilaksanakan pada Hari Senin (4/6/2018) bertempat di Balai Desa Turi. Pesertanya ada 4 PPS yang terdiri dari PPS Turi, Blumbang, Gedangan, Kanugrahan. Dilanjut pada hari Selasa (5/6/208) dilaksanakan di Balai Desa Pangkatrejo, yang dihadiri oleh PPS Pangkatrejo, Pringgoboyo, Parengan dan Jangkungsumo.

Pada Hari Rabu (6/6/2018) di Balai Desa Pangean ( Ngayung, Gumantuk, Pangean dan Maduran) dan terakhir Hari Kamis (7/7/2018) di Balai Desa Brumbun (Brumbun, Siwuran,Klagen, Duriwetan, Taji). Meski Kegiatan dilaksanakan setelah Tarawih, PPS dan KPPS tetap semangat mengikuti demi suksesnya pelaksanaan Pilgub Jatim 2018 yang akan berlangsung 27 Juni mendatang.

Peserta Bimtek adalah seluruh Petugas Pemungutan Suara (PPS) yang berada di wilayah kerja PPK Kecamatan Maduran.

Selain memaparkan materi tentang pemungutan, penghitungan serta rekapitulasi hasil perolehan suara, Ketua PPK Kecamatan Maduran, Zinatul Afifah juga menekankan perlunya ketelitian dalam mengisi beberapa form di TPS.

Ada beberapa perbedaan tugas KPPS saat ini dengan pemilu yang lalu yakni KPPS Pilgub Jatim 2018 tidak perlu menulis C6 (Surat Pemberitahuan) karena sudah langsung dicetak dr KPU Jatim. “Jadi setelah menerima C6 dr PPS, KPPS tinggal membagikan ke pemilih. Jadi tugas KPPS lebih ringan” terang Zinatul Afifah.

Sebaliknya perbedaan yang dinilai agak memberatkan pemilih terutama penyelenggara adalah kewajiban pemilih membawa serta KTP-el selain C6 saat hari Pemungutan suara nanti. Hal ini dinilai agak berat karena hal baru dalam blantika kepemiluan dan masyarakat pemilih belum terbiasa.(omdik/fer)