Baznas Berdayakan Petani di Cianjur Melalui Zakat Fitrah

CIANJUR, KANALINDONESIA.COM: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas di bulan suci Ramadhan 1439 H ini menyalurkan zakat fitrah untuk memberdayakan petani yang kali ini dimulai dari kelompok petani padi di Cianjur, Jawa Barat.

Hal itu dikatakan Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Mohd Nasir Rajang pada talkshow ‘Zajat Fitrah di Baznas Berdayakan Petani’ di Plaza Semanggi, Jakarta, Minggu malam (10/6/2018).

Talkshow ini juga dihadiri Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas Randy Swandaru dan Nurman selaku Ketua Kelompok Petani Kampung Kelewih, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

NasirTajang mengatakan, zakat fitrah menjadi salah satu jenis zakat yang dikelola secara profesional oleh Baznas. Pada kegiatan penyaluran zakat fitrah tahun-tahun sebelumnya, pihaknya bekerja sama dengan Masjid Istiqlal dengan menyalurkan zakat fitrah dalam bentuk uang. Namun pada tahun ini kerja sama tersebut dikembangkan dengan menyalurkan zakat fitrah dalam bentuk beras terkemas baik.

“Program ini ialah dari mustahik ke mustahik. Beras yang kami gunakan untuk zakat fitrah ini berasal dari petani binaan kami di daerah dengan kondisi ekonomi yang lemah,” kata Nasir.

Ia memaparkan, pihaknya sudah memesan langsung lebih dari 51,8 ton beras dari Kelompok Tani Kelewih Cianjur, sehingga manfaatnya juga langsung dirasakan. Program ini juga memutus rantai distribusi yang panjang dari petani hingga ke pedagang eceran beras, sehingga Baznas memberi keuntungan distribusi ini kepada petani.

“Beras-beras tersebut nantinya diberikan kepada mustahik di Jakarta dan sekitarnya sehingga mereka dapat berbahagia menyambut Hari Raya Idul Fitri ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Kelewih, Nurman mengaku gembira mendapatkan kesempatan untuk menyuplai beras dalam program zakat fitrah Baznas. Ia mengaku, kelompok tani yang dipimpinnya telah menerima manfaat dana zakat dari Baznas Kabupaten Cianjur sejak 2014.

“Baznas membeli beras dengan harga di atas rata-rata kepada kami, dan alhamdulillah kami dapat menyiapkan kebutuhan beras ini dalam waktu cepat,” katanya.

Jenis beras yang diproduksi adalah Beras IR 64 Premium yang bersih dari benda asing dengan kadar air maksimal 14 persen. Beras-beras ini dikemas masing-masing 5 kg dalam kemasan yang kuat dan tak mudah bocor.

Kelompok Tani Kelewih telah memperoleh bantuan sejak tahun 2014, dengan program produksi beras organik. Istri dari para petani ini juga diberikan bantuan dan dibina menjadi penjual gendong. @Rudi