Kap Lampu Batang Singkong, Antar 3 Siswa MA Di Lamongan Menjadi Runner Up EIC Se Jawa-Bali

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Ternyata batang singkong yang selama ini untuk jadi kayu atau dibuang, memiliki nilai seni tinggi. Batang singkong dapat “disulap” menjadi hiasan lampu atau barang-barang seni lainnya.

Adalah M. Nurul Hidayatullah, Ahmad Azkal Barri Mahfudzi, dan Moch. Emil Idad semuanya siswa MA. Matholi’ul Anwar Simo Sungelebak Karanggeneng, Lamongan Jawa Timur memanfaatkan batang singkong menjadi barang seni, khususnya kap lampu.

Dengan menggunakan peralatan manual seperti golok, gergaji kecil, dan alat sederhana lainya, ia bisa menyulap batang kayu menjadi kap lampu yang memiliki nilai sangat tinggi.

Baru-baru ini karya mereka berhasil menjadi Runner Up dalam Economic Innovation Challenge (EIC) se-Jawa-Bali yang diselengarakan oleh Ikatan Keluarga Mahasiswa Manajemen (IKMM) UGM Yogyakarta, Sabtu,(12/5/2018) beberapa waktu yang lalu.

Ketiga siswa MA Matholiul Anwar Simo ini berhasil menyingkirkan lawan-lawannya yang notabenenya berasal dari lembaga pendidikan ternama se-Jawa-Bali. Ada ratusan peserta yang mereka sisihkan. Dari ratusan peserta itu diseleksi dan diambil 8 finalis yang kemudian diundang langsung ke Lippo Plaza Yogyakarta untuk mempresentasikan hasil karyanya. Kedelapan finalis itu berasal dari 6 kota, yaitu Lamongan, Surabaya, Ponorogo, Semarang, Yogyakarta, dan Malang.

Dari kedelapan finalis diseleksi kembali untuk mencari 3 besar. Dan tim perwakilan Lamongan, MA Matholiul Anwar Simo berhasil menjadi Runner Up-nya. Sedangkan juara 1 dan 3-nya yaitu SMA Negeri 5 Yogyakarta dan SMA Kebon Dalem Semarang.

“Kami mengirimkan paper bisnis kami yang berjudul Kap Lampu Si-Engkong,” Kata Hidayatullah

Sesuai namanya, kap lampu ini dibuat dari batang singkong yang biasanya menjadi sampah dan kurang dimanfaatkan masyarakat.Ide kreatif ketiga siswa tersebut mampu memukau hati para dewan juri yang ada. Pasalnya mereka mampu mengubah sesuatu yang dapat dibilang tidak berguna menjadi barang yang bernilai jual tinggi.

Apalagi proses pengerjaannya pun cukup sederhana dan mudah.Ditambah pula biaya yang dikeluarkannya pun relatif ekonomis. Selain itu, yang membikin juri sangat terkesan dengan mereka adalah akurasi data yang disajikan begitu ilmiah, presentasinya disampaikan dengan bahasa yang baik dan lancar, serta mereka mampu menjawab pertanyaan yang dilontarkan juri dengan tepat dan masuk akal.

Proses pembuatan Kap Lampu Si-Engkong ini terbilang mudah.Pertama, kupas kulit batang singkong lalu jemur di bawah terik matahari hingga kering. Selanjutnya haluskan dengan amplas. Setelah halus, potonglah sesuai kebutuhan atau dengan panjang 3 cm. Kedua, potongan batang singkong yang sudah jadi tadi disusun sesuai selera dengan menggunakan lem, maka jadilah kap lampu. Ketiga, agar lebih menarik dan tidak mudah rusak, lapisilah kap lampu itu dengan cat pelindung. Tunggulah hingga kering baru kemudian pasanglah lampu dan aromatherapy. Kap lampu siap dipasarkan.

Wakil Kepala Madrasah Urusan Kesiswaan MA. Matholi’ul Anwar Simo, M. Fauzan, mengatakan munculnya ide-ide kreatif dari anak-anak MA. Matholi’ul Anwar Simo ini memang layak untuk diapresiasi. Melalui tangan-tangan kratif merekalah diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru sehingga angka pengangguran dapat ditekan. Ini merupakan terobosan baru yang menjadi peluang untuk mengangkat perekonomian bangsa ke depanya.

Even-even seperti inilah yang selalu ditunggu-tunggu sebagai motivasi dan upaya dalam menyiapkan generasi muda agar bersifat kreatif dan padat karya.

“Kami tidak menyangka bisa meraih peringkat kedua. Ini merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi kami.  Ini seperti sebuah mimpi. Kami sangat menunggu even-even seperti ini lagi. Sungguh kami sangat termotivasi untuk menghasilkan produk yang lebih kreatif lagi.” pungkas Fauzan.(omdik/fer)