Diduga Korsleting, Sebuah Rumah Di Lamongan Terbakar

Mobil PMK saat melakukan pendinginan pada peristiwa Kebakaran di Sumberwudi Karanggeneng. Foto:omdik_kanalindonesia.com 

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Sebuah rumah di RT 5/RW 2 Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan, tepatnya di Jalan Sukodadi – Karanggeneng, Minggu (17/6/2018) terbakar sekitar pukul 21.30 WIB. Penghuni rumah yang merupakan pasangan suami istri Sanusi (63) dan Miftahul Sharofah (58) saat itu menonton televisi curiga karena mencium bau hangus dari arah bagian belakang rumah mereka.

Api diduga berasal dari hubungan arus pendek atau korsleting, dan mulai berkobar di bagian belakang rumah yang masih terbuat dari bahan dasar kayu dan anyaman bambu.

Pantauan Kanalindonesia.com yang berada di lokasi kejadian, melihat warga dengan bergotong royong mencoba memadamkan api yang mulai membesar. Di saat mencoba memadamkan, terlihat percikan api dari kabel listrik yang ikut terbakar.

Masyarakat mengkhawatirkan api merebet ke bagian depan rumah tersebut karena terdapat toko berisi barang-barang plastik yang juga milik korban.

“Saya sama istri lagi nonton tv di ruang tengah, tiba-tiba istri saya mencium bau gosong. Saya lihat ke belakang ternyata rumah saya terbakar, ” kata Sanusi.

Berkat upaya masyarakat, kepolisian dan petugas Kebakaran yang mengerahkan empat unit mobil pemadamnya, dari PMK Lamongan dan Unit PMK Paciran. Api tak sampai merambat ke bangunan dan rumah lainnya. Beruntung lokasi kejadian juga mudah dijangkau mobil petugas pemadam kebakaran.

Sementara itu, Kapolsek Karanggeneng, AKP Saifudin, SH, mengatakan, pihaknya menyimpulkan untuk sementara api timbul karena korsleting.

“Syukurlah api dapat dipadamkan dalam waktu singkat tidak sempat merembet, api berkobar kurang dari satu jam,” imbuhnya.

Usai dilakukan pendinginan, anggota Polsek Karanggeneng melakukan olah tempat kejadian perkara. Mereka juga mencari informasi dari masyarakat sekitar dan meminta petugas keamanan setempat agar melakukan penjagaan.

“Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian mencapai Rp 26.800.000, sebab tiga bagian rumah yang terbakar adalah bagian belakang rumah yang berisi barang bekas,” jelas AKP Saifudin.

Selain itu, lanjut Kapolsek, walau begitu sejumlah barang juga ikut terbakar, seperti Sepeda Motor Suzuki A7 yang sudah lama tidak terpakai, 3 unit sepeda pancal dan perabot dapur lainnya.

“Banyak rumah warga di pedesaan yang kabelnya tidak standar sehingga mudah terjadi hubungan arus pendek listrik yang memicu terjadinya kebakaran,” pungkasnya.(omdik/fer)