Dua Nelayan Pacitan yang Tenggelam Berhasil Ditemukan Selamat

PACITAN, KANALINDONESIA.COM: Setelah hampir 12 jam terombang-ambing di lautan, dua nelayan Teleng Ria Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan berhasil diselamatkan. Kedua pencari ikan yang selamat dari maut tersebut tercatat atas nama Suyanto dan Sunar. Keduanya hidup bertetangga dan sering bersama saat mengais rejeki di tengah lautan.

Sebagaimana informasi yang berhasil dirangkum, Minggu (17/6/2018) sore kemarin sekira pukul 15.00 WIB, Suyanto berpamitan hendak mencari ikan bersama Sunar menggunakan perahu kecil. Namun hingga menjelang malam, keduanya tak kunjung mendarat.

Yang menggegerkan keluarga, kedua nelayan itu sempat berkirim pesan singkat (SMS) kepada salah seorang rekannya sesama nelayan yang mengabarkan kalau dirinya tak bisa kembali ke pantai lantaran perahunya terbalik usai disapu ombak besar.

“Saya dapat telepon dari Yanto (panggilan akrab Suyanto, Red) sekitar pukul 20.00 WIB. Dia mengabarkan ada masalah di tengah laut. Perahunya tersapu ombak dan terbalik. Selang 30 menitan kemudian, saya hubungi lagi sudah tidak bisa. Berawal dari informasi itulah, beberapa teman nelayan berinisiatif mencari tahu keberadaannya,” ujar salah seorang nelayan, Senin (18/06).

Berita tenggelamnya Suyanto dan Sunar langsung menyebar, termasuk ke jejaring media sosial. Banyak netizen yang memposting informasi adanya dua nelayan yang hilang terseret ganasnya ombak pantai selatan. Begitu mendapat informasi itu, hampir semua nelayan di Pantai Teleng turun ke laut ikut mencari korban.

Namun kondisi gelap dan hembusan udara yang begitu kuatnya ditambah terpaan ombak besar, membuat sejumlah nelayan ragu untuk membelah lautan. Mereka pun akhirnya meminta bantuan polairud dan kemudian bersama-sama turun menggunakan perahu besar untuk menyisir lautan.

Berselang dua jam kemudian, muncul kabar bahwa perahu Suyanto dan Sunar telah ditemukan dalam kondisi terbalik. Begitu pun dengan kedua korban, mereka ditemukan selamat dengan kondisi menggigil lantaran kedinginan. Sebab hampir selama kurang lebih 12 jam keduanya terapung di atas air.

“Korban berhasil ditemukan nelayan dan polair pada perairan kapal jalur satu, yaitu jaraknya lebih dari 5 mil dari daratan. Tim mengevakuasi korban berikut kapalnya menuju darat. Namun karena kondisi ombak yang tinggi dan jarak yang jauh, proses evakuasi berjalan lama hingga mendekati subuh, tepatnya pukul 04.00 WIB korban berhasil mendarat,” jelas Serma Jamali Babinsa Kelurahan Sidoharjo.

Saat proses penjemputan korban, puluhan nelayan beserta masyarakat ramai berkumpul di pelabuhan tamperan. Mereka bersiap-siap seandainya belum ditemukan, akan menurunkan perahu-perahu kecil lebih banyak lagi guna menyisir pantai.(KI-01)