Rekapitulasi Hasil Pilgub di KPU Jombang, Saksi Paslon Gus Ipul – Puti Tolak Tandatangan

suasana rapat Pleno hasil rekapitulasi perolehan suara Pilgub Jatim, di kantor KPU Jombang

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM :Tahapan rapat Pleno Terbuka rekapitulasi hasil pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Jombang, diwarnai penolakan dari salah satu saksi Pasangan Calon Gubernur Jawa Timur, nomor urut dua, Syafulloh-Puti.
Rapat pleno yang digelar di gedung Husni Kamil Manik, kantor KPU Kabupaten Jombang, diwarnai dengan aksi penolakan tanda tangan hasil rekapitulasi pemungutan suara, oleh saksi dari Paslon Gubernur nomor urut 2, Gus Ipul – Puti. Bahkan, saksi dari paslon nomor dua memutuskan untuk keluar dari ruang rapat pleno.

Hal ini dikarenakan adanya sejumlah temuan dugaan pelanggaran pilkada pada proses pemungutan suara berlangsung yang diklaim oleh, saksi Paslon nomor urut 2. Sedikitnya, ada 65 temuan dugaan pelanggaran pilkada yang sudah dikantongi oleh tim saksi dari paslon Gus Ipul – Puti.

“Berdasarkan hasil kinerja dari saksi kami dan perangkat kami, kami menemukan beberapa temuan. Untuk sementara ini saja, kami menemukan 65 temuan, yang ditengarai ada pelanggaran. Oleh karena itu, untuk saat ini kami tidak mau menandatangani hasil itu. Dan kami buktikan pada saat pembacaan hasil akhir, kami milih tidak mengikuti,” ujar saksi paslon nomor dua Pilgub Jatim, M. Sofyan, saat ditemui sejumlah jurnalis, Kamis (5/7/2018).

Menindaklanjuti adanya 65 temuan itu, Sofyan akan terus komunikasi dengan pihak tim paslon 2 di Jatim dan akan berkoordinasi dengan tim advokat paslon, untuk membahas langkah hukum yang akan diambil.

“Tim kami masih tetap berjalan untuk terus melakukan kajian. Untuk masalah pelaporan, kami masih terus berkoordinasi dengan tim advokasi di Jawa Timur,” tandasnya.

Saat disinggung mengenai dugaan pelanggaran apakah yang menjadi temuan, oleh saksi paslon dua Pilgub Jatim, Sofyan mengatakan, bahwa hasil dari sejunlah temuan dari saksi Gus Ipul – Puti, kinerja dari penyelenggara Pemilu dianggap berpihak kepada salah satu pasangan calon Pemilihan Gubernur Jawa Timur.

“Catatan-catatan dari penyelenggaraan, kami menduga ada upaya-upaya yang dilakukan secara masiv oleh pihak-pihak tertentu untuk memenangkan paslon tertentu,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Komisioner KPU Kabupaten Jombang, M Dja’far saat dikonfirmasi memilih untuk tidak berkomentar, dengan alasan proses rekapitulasi belum selesai. “Nanti saja, kan belum selesai (rekapitulasi, red),” jawabnya singkat saat berusaha diwawancarai di sela-sela jam istirahat.(elo)