Terduga Teroris Adalah Jaringan Lama

PASURUAN, KANALINDONESIA.COM – Setelah melakukan pemeriksaan sementara dan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi ledakan di rumah kontrakan terduga teroris Abdullah alias Anwardi, di Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil. Polisi pun kemudian merilis hasil temuan sementara tersebut ke awak media, Kamis (5/7/2018) malam.

Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin yang menjelaskan secara langsung, hasil pemeriksaan sementara tersebut di Mapolres Pasuruan, didampingi oleh Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono dan Direskrimum Polda Jatim Kombes Agung Yudha Wibowo.
Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari lokasi kejadian, juga dipamerkan dalam konfrensi Pers tersebut. Termasuk informasi mengenai terduga teroris itu. “Dari data dan catatan yang berhasil kami himpun, ternyata terduga teroris ini sudah pernah dihukum dalam kasus peledakan sebuah Pos Lantas di Kalimalang-Jakarta. Dia bebas 3 tahun yang lalu,” jelas Kapolda.

Saat ditanya termasuk dalam jaringan apa, terduga teroris ini, apakah terafiliasi dengan jaringan teroris yang melakukan teror bom di Surabaya beberapa waktu lalu. Kapolda masih belum berani memastikan. “Masih kita dalami, kita juga masih menyelidiki piranti elektronik milik terduga, yang berhasil kami amankan. Minta doa restunya saja agar segera terungkap jaringannya, dan akan kita kejar semua (jaringannya),” ujar Kapolda.

Terkait jenis bom yang meledak dan yang dirakit oleh tersangka, Kapolda dengan tegas mengatakan bahwa bom nya berjenis bom panci dan bom pipa.

“Iya itu bom panci, isinya paku, pelor, baut, namun Low Explosive,” imbuh Kapolda. Selain ditemukan bahan-bahan untuk membuat bom serta serpihan sisa-sisa mesiu, polisi juga menyita beberapa buah buku tentang Jihad. Pelaku masih terus kita kejar, masyarakat tidak perlu panik. Namun harus diwaspadai pendatang baru dan orang-orang yang mencurigakan di sekitar kita,” urai Kapolda.

Lebih lanjut, Irjen Machfud Arifin juga menjelaskan bahwa dari hasil olah TKP, diduga bom yang telah dirakit oleh terduga, tak sengaja tersenggol atau dipegang oleh anaknya, sehingga meledak.

“Anaknya sudah kita rawat/rujuk di RS Bhayangkara, dan ibunya masih kita lakukan pemeriksaan. Semoga segera terungkap jaringannya, mohon doanya,” pinta Kapolda. (bet)