Penumpang LIA Meningkat 9,8 Persen

General Manager PT Angkasa Pura I,  I Gusti Ngurah Ardita, saat di wawancarai  di aula Asrama Haji NTB, Selasa (10/7/2018)
General Manager PT Angkasa Pura I, I Gusti Ngurah Ardita, saat di wawancarai di aula Asrama Haji NTB, Selasa (10/7/2018)

MATARAM, KANALINDONESIA.COM: Jumlah wisatawan mengunjungi NTB melalui Lombok International Airport (LIA) mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hingga Juni 2018 ini, PT Angkasa Pura I mencatat kenaikan penumpang meningkat sebesar 9,8 persen.

“Kunjungan lewat LIA per Juni ini naik,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I,  I Gusti Ngurah Ardita, Selasa (10/7/2018).

Ia menuturkan, kenaikan penumpang sebesar 9,8 persen tersebut merupakan gabungan dari dalam dan luar negeri. Persentase tersebut dengan rata-rat penumpang per harinya mencapai 12 ribu lebih orang. Jumlah ini dinilainya lebih tinggi dibandingkan jumlah penumpang tahun lalu.

“Dibandingkan tahun lalu, ini lebih tinggi,” sambungnya.

Kenaikan tersebut diakui Ardita disebabkan predikat Lombok sebagai destinasi wisata. Hal ini terlihat dari karakteristik penumpangnya lebih condong ke wisatawan. Khususnya wisatawan domestik atau dalam negeri.

Selain itu juga dipengaruhi libur lebaran yang bertepatan dengan liburan sekolah. Ini membuat kesempatan orang berlibur menjadi lebih panjang. Hal inilah yang membuat rata-rata pergerakan penumpang per hari relatif tinggi hingga 12 ribu orang.

“Sehingga total penumpang hingga Juni 2018 sebanyak 1,8 juta lebih orang,” ungkapnya.

Ardita mengatakan, setiap tahun jumlah penumpang melalui LIA terus mengalami peningkatan. Di mana 2017 lalu, jumlah penumpang LIA mencapai 3.589.812 orang atau naik 5 persen dari tahun 2016. Sedangkan kapasitas bandara saat ini mencapai 3.250.000 per tahun.

Kenaikan jumlah penumpang tersebut otomatis membuat kunjungan ke NTB khususnya Lombok juga meningkat. Hal ini juga akan berdampak pada pergerakan perekonomian di NTB. Terlebih lagi penambahan infrastruktur sudah dilakukan tidak hanya di LIA namun juga destinasi wisata.

“Salah satunya KEK Mandalika yang juga bergerak,” pungkasnya.

Menurutnya, dioperasikan KEK Mandalika tersebut menjadi daya tarik orang datang ke NTB. Sebab itu, untuk menangkap peluang dan mendukung keberadaan destinasi tersebut, LIA juga ikut meningkatkan infrastruktur.

“Dan untuk haji pun data tahun kemarin  kita sudah  hampir 14 ribu orang, itu haji tertinggi musim lalu,” tandasnya. (Idam)