Menko Luhut “Diplomat Harus Percaya Diri Untuk Mewakili Indonesia Di Dunia Internasional”

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan mengatakan kepada para diplomat yang sedang mengikuti Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu), supaya dapat melakukan hal-hal terbaik demi bangsa, dan juga agar lebih percaya diri dalam mewakili Indonesia di dunia internasional.

“Indonesia adalah negara besar dengan berbagai kapasitasnya, perekonomian Indonesia terus bertumbuh. Berbagai kebijakan pemerintah saat ini juga sudah on the track, ditambah dengan adanya strategi pembangunan ekonomi kemaritiman yang akan memperkuat fondasi perekonomian dan mendorong pemerataan, untuk itulah kita harus lebih percaya diri,” ujar Menko Luhut saat didaulat untuk memberikan kuliah umum dan pembekalan di hadapan peserta diklat Sesparlu ke 59, di Pusdiklat Kemenlu, Rabu (11/7/2018).

Menko Luhut mengakui, perekonomian global diperkirakan akan terus berfluktuasi, dan tekanan terhadap mata uang rupiah juga akan terjadi. Namun, Menko Luhut menegaskan kepada para setiap diplomat yang hadir, bahwasanya langkah pemerintah saat ini telah membuat perekonomian nasional stabil dan relatif dapat meredam apabila terjadi guncangan perekonomian global.

“Diplomat harus bekerja secara terintegrasi dan bervisi ke depan, dan yang penting tetap kedepankan kepentingan nasional dalam setiap melaksanakan tugas, kita juga tidak perlu khawatir berlebihan terhadap prospek perekonomian nasional,” tambah Menko Luhut.

Diakui oleh salah satu peserta Sesparlu ke 59, sekaligus Koordinator Fungsi Sosial Budaya yang pernah bertugas di KBRI Tiongkok, Santo Darmosumatero. Bahwa, di mata dunia internasional, Indonesia sudah dipandang sebagai negara penting dengan kapasitas dan potensi besarnya di berbagai bidang, antara lain di bidang ekonomi dan pariwisata. Namun demikian, di kalangan masyarakat umum dunia internasional, belum banyak yang percaya dengan potensi Indonesia, oleh karena banyak dari mereka yang belum pernah ke Indonesia.

“Namun sekarang profil Indonesia semakin meningkat karena semakin banyak orang yang berkunjung ke Indonesia, oleh karena itu kita harus meningkatkan kapasitas dari potensi-potensi kita seperti pariwisata, dan kita harus lebih banyak mengundang mereka untuk berkunjung ke Indonesia, dengan demikian nanti mereka lah yang akan bercerita kepada yang lainnya mengenai potensi negara Indonesia,” ujarnya.

Darmo juga menggaris bawahi himbauan dari Menko Luhut. Dimana para diplomat, selain harus menjelaskan potensi Indonesia kepada dunia internasional, di saat yang sama juga harus memiliki data-data yang berkualitas mengenai potensi Indonesia.

“Omongan kita itu didukung dengan data-data yang lengkap. Kita juga harus memantau seperti bagaimana ranking Indonesia di dunia internasional dan sepertinya rangking Indonesia juga cukup tinggi, terima kasih kepada Pak Luhut yang telah memberikan semangatnya kepada kami,” tutupnya.

Kepemimpinan menjadi salah satu fokus Diklat Sesparlu ke 59, dan ini juga sebagai persiapan guna menghadapi tugas para diplomat yang dinilai cukup menantang pada saat ini, rata-rata setiap peserta sudah ditugaskan selama 2-3 kali di berbagai negara. Diklat Sesparlu ke 59 diikuti oleh 27 peserta dan akan dilaksanakan selama 2 bulan.