Baznas Jadikan Ustadz Abdul Somad sebagai Duta Zakat Indonesia

JAKARTA,  KANALINDONESIA. COM: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) secara resmi menjadikan Ustadz Abdul Somad sebagai Duta Zakat Indonesia.

Pengukuhan sebagai Duta Zakat Indonesia ini dilakukan secara seremonial dengan memasangkan kain selempang oleh Wakil Ketua Baznas, Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, kepada Ustadz Abdul Somad di Masjid Baitussalam, BSD, Tangerang, Rabu (11/7/2018).

Hadir pada acara tersebut, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Mohd. Nasir Tajang, Ketua Yayasan Masjid Baitussalam H. Mohamad Suryo Alam, serta pengusaha dan tokoh masyarakat setempat, H. Ghozali dan H. Budi Sudarmono

“Alhamdulillah, Ustadz Abdul Somad bersedia menjadi Duta Zakat Indonesia. Semoga nama besar dan karisma beliau semakin menggelorakan spirit Kebangkitan Zakat di negeri ini,” ujar Dr. Zainulbahar kepada Kanalindonesia.com di Tangerang, Rabu (11/7/2018).

Ia menjelaskan, pria lulusan S1 Universitas Al-Azhar Mesir dan S2 di Moroko itu merupakan aset bangsa dan memiliki magnet yang sangat besar dalam dunia dakwah.

Selain Ustadz Abdul Somad, kata Zainul, Baznas pernah mengangkat Duta Baznas yakni pendiri ESQ Ary Ginanjar dan mantan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Anggito Abimanyu.

Baznas juga pernah mengusung artis yang sudah hijrah dan berhijab, Peggy Melati Sukma sebagai Duta Baznas untuk SDGs, program pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

“Saya berharap dengan Ustadz Abdul Somad menjadi Duta Zakat Indonesia akan mengajak masyarakat Indonesia menyalurkan zakat melalui lembaga resmi yakni ke Baznas dan semakin mengoptimalkan gerakan zakat melalui kampanye kuat karena zakat, sehingga zakat dapat menjadi lifestyle di masyarakat,” harap Zainul yang pernah menjabat Dubes RI untuk Yordania.

Sementara itu, Ustadz Abdul Somad usai menandatangani perjanjian kerjasama dengan Baznas sebagai Duta Zakat Indonesia mengaku dirinya senang dijadikan Duta Zakat Indonesia.

“Mari berzakat ke Baznas. Jangan sampai kita makan harta haram karena di dalamnya ada hak fakir miskin dan asnaf lainnya,” ungkapnya.

Ustadz Abdul Somad pernah menjadi anggota Baznas Provinsi Riau (2009-2014), anggota MUI Provinsi Riau (2009-2014) dan Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama Provinsi Riau (2009-2014).

Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SD Al-Washliyah pada 1990 dan Madrasah Tsnawiyah (MTs) Mu’allimin Al-Washliyah (1993) di Medan, Sumatera Utara. Kemudian, Madrasah Aliyah (MA) Nurul Falah, Air Molek, Indragiri Hulu (Inhu), Riau (1996).

Ia pun melanjutkan kuliah S1 di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, dan S2 Dar Al-Hadits Al-Hassania Institute, Maroko.

Usai mendaulat Ustadz Abdul Somad sebagai Duta Zakat Indonesia, dilanjutkan dengan tabligh akbar dan penyaluran santunan sebesar Rp 100 juta untuk 10 pesantren tahfiz dan yayasan yatim dan dhuafa dengan

Bantuan Rp 100 juta untuk masing-masing lembaga Rp 10 juta itu diserahkan kepada Yayasan Baitussalam, Yayasan Al-Madani, Yayasan Bayt Qurani, Yayasan Pena Al-Karim, Yayasan Bilal bin Rabah, Pesantren Tunanetra Raudhatul Maklufin, Pesantren Baitul Hilmi, Yayasan Majima’un Nuroin, Yayasan MT Al-Khansa, dan Yayasan An-Nurohman.

“Semoga santunan Baznas ini bisa mendorong institusi-institusi filantropi Islam tersebut semakin optimal memberdayakan kaum dhuafa dengan semangat kuat karena zakat,” tutur Zainul. @Rudi