Baru 50 Persen, Semangat Petani Tembakau di Sumenep Menurun

SUMENEP,  KANALINDONESIA.COM: Semangat petani di kabupaten sumenep, madura jawa timur untuk menanam tembakau tahun ini menurun dibandingkan musim tanam tahun lalu salah satu faktor karena petani kesulitan untuk mendapatkan air. Sebab, tahun ini masuk kategori kemarau panjang.

Kabid Perkebunan, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumenep, Abdul Hamid mengatakan, dari potong area sebanyak 21.893 hektar, baru 50 persen yang membudidayakan tanaman tembakau.

“Baru sekitar 50 persen petani yang menanam tembakau. Tapi kami tetap optimis mencapai target. Karena para petani tembakau masih terus menanam setiap hari,” katanya Kamis (12/07/2018).

Menurutnya, salah satu faktor belum tercapainya 100 persen ploting areal tembakau karena kemarau dan persediaan air juga mulai minim Sehingga banyak lahan yang tidak bisa ditanami tembakau.

Tidak hanya itu, pada musim tanam tembakau kali ini, petani lambat menyimpan air. Sedangkan di Sumenep ini mayoritas petani masih mengandalkan air hujan untuk mengairi tanamannya.

Hamid menegaskan, dari target plotting atau perencanaan areal tembakau tahun 2018 diproyeksikan akan menghasilkan tembakau sebanyak 14 ribu ton dengan perkiraan 600 kuintal per hektarenya.

“Prediksi itu apabila tanamam tembakau sesuai dengan target ploting areal. Ya ketika tidak sesuai dengan target plotting areal, tentu tidak mencapai target juga,” pungkasnya.( ziad/jfr).