Dari Upah Buruh Angkut dan Jual Kembang Makam, Pasutri di Lamongan Naik Haji

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Jika sudah diniati, maka segala sesuatu pasti akan terwujud. Seperti halnya yang dialami oleh pasangan suami istri, Matoyin dan Muniroh warga Dusun Depek Desa Sugihwaras Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan. Berkat usahanya yang gigih menabung dari jerih payah menjadi buruh angkut, serta berjualan kembang ternyata bisa membiayai ongkos naik haji.

Keseharian Matoyin adalah menjadi buruh angkut di pasar desa setempat, aktivitasnya setiap pagi hari diawali dengan berangkat ke pasar, pekerjaannya adalah menjadi buruh angkut tetapi Matoyin memiliki hasrat besar untuk menunaikan ibadah haji beserta istrinya.

Langkahnya sudah mereka niati puluhan tahun lalu, sejak mereka sama-sama bujang. Pekerjaannya sebagai buruh angkut tidak menyurutkan Matoyin berkeinginan menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah, begitupun Muniroh, dari jerih payahnya berjualan kembang makam dan hasil kerja suaminya kemudian ditabung.

Upah menjadi buruh angkut tidaklah terlalu besar, untuk setiap sekali angkut, Matoyin mendapatkan ulah Rp. 3000 saja, namun jika beruntung, maka sehari bisa membawa pulang uang yang lumayan. Dari hasil menjadi buruh angkut ini, Matoyin menyisahkannya untuk biaya berhaji selama puluhan tahun tahun, setelah dikurangi untuk kebutuhan sehari-hari.

Niat berhaji ini mereka buktikan dengan mendaftarkan diri pada tahun 2010 lalu, dan dalam kurun waktu delapan tahun mereka sanggup melunasi biaya haji, tentunya dari hasil jerih payah menjadi buruh angkut serta berjualan kembang untuk berziarah di makam.

“Saya sebenarnya hanya bermodal niat dan keyakinan saja, kalau saya dan istri saya ingin berangkat haji, “kata Matoyin

Dengan kerja keras mereka selama ini menjadikan Muniroh terharu bahkan tidak menyangka jika dimudahkan saat mendaftar dan mengumpulkan uangnya meski dilakukan sedikit demi sedikit.

“Saya tidak menyangka kalau saya dan suami dapat panggilan ke tanah suci. Alhamdulillah dari hasil jerih payah saya dan suami dikumpulkan untuk tambahan biaya haji, ” terang Muniroh.

Matoyin dan Muniroh masuk di Kloter 48, berangkat pada tanggal 2 Agustus mendatang, kendati mereka sudah bersiap menjalankan ibadah haji, namun aktivitas mereka tetap berjalan seperti sedia kala, hanya saja mereka berharap jika kesehatan mereka tetap terjaga hingga keberangkatan nanti.(omdik/fer)