Babad Sri Ratu Lowo Sejarah Guo Lowo Watulimo Dipentaskan di TMII

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Dikisahkan di sebuah Desa bernama Terang Ing Galih yang berada di kawasan selatan, seorang bernama Joko Pangalasan sedang berburu hewan untuk dijadikan makanan. Ketika sedang berburu, Joko Pangalasan melihat hewan aneh berbentuk kelelawar berbulu emas dan bersinar ketika terkena cahaya matahari.

Hal ini disampaikan Joko Irianto, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, saat menggelar Drama Tari , Sri ratu Lowo, yang merupakan sejarah adanya Guo Lowo Watulimo di anjungan Jatim, Taman Mini Indonesia Indah (TMMI) Jakarta., Jum’at, (13/7)-Minggu, (15/7/2018).

Dikatakan Joko Irianto, kisah ini mengilhami perjuangan dalam membangun Trenggalek ke depan.

“Dengan cepat, Joko Pangalasan menyiapkan busur dan bersiap untuk melepaskan anah panahnya. Namun, seketika kelelawar itu meloncat dan terbang masuk ke dalam goa menghindari panah Joko Pangalasan,” ungkapnya.

Ketika Joko Pangalasan mengejar hendak masuk ke dalam goa, dirinya dihadang oleh prajurit Sri Ratu Lowo sehingga terjadilah pertarungan. Di tengah pertarungan tersebut, tiba-tiba Sri Ratu Lowo berubah menjadi putri yang cantik jelita.

“Goa itu ada di pesisir selatan, mungkin gambaran kita ada di Prigi Watulimo, tempat berdirinya destinasi wisata itu,” tuturnya.

Seketika itu pulang hati Joko Pangalasan terpikat oleh paras cantik putri tersebut. Di Akhir cerita, akhirnya Joko Pangalasan menikah dengan putri cantik yang tak lain adalah Sri Ratu Lowo, dan kemudian bersama-sama menjaga bumi.

“ya begitu cerita menarik dengan banyak gagasan dari pakar budaya di Trenggalek,” tandasnya.

Kisah tersebut berhasil disuguhkan dengan apik dan memukau pengunjung di Anjungan Jatim Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada Festival Budaya Jawa Timur, yang dipentaskan dalam dramatari berjudul Babad Sri Ratu Lowo tersebut merupakan asal-usul salah satu lokasi wisata unggulan di Kabupaten Trenggalek, yaitu Goa Lowo yang merupakan goa terbesar dan terpanjang di Asia Tenggara.

“Itu kisah yang lama digali dari peneliti sejarah guo lowo yang fonumental di Trenggalek, “pungkasnya. (ham)