Ketua DPD Perindo Jombang : Perindo Tidak Pecah, Tidak Ada Pemecatan

Ketua DPD Partai Perindo Jombang, beserta 21 ketua DPC dan jajaran pengurus

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM :Polemik adanya perpecahan dan pemecatan sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Jombang, masih menyisahkan sejumlah pertanyaan bagi masyarakat Jombang. Mengingat polemik ini muncul mendekati ajang pemilihan umum (Pemilu) pada tahun 2019, nantinya.

Ditengah situasi pendaftaran bakal calon legislative (Bacaleg) oleh sejumlah partai politik (Parpol) di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Medan Amrulloh yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris DPD Partai Perindo Jombang, diberhentikan secara sepihak oleh Ahmad Tohari, ketua DPD Partai Perindo Jombang.

Pemberhentian secara sepihak ini, berbuntut adanya mosi tidak percaya dari sejumlah pengurus Partai Perindo di Jombang. Bahkan, mantan sekretaris Perindo, juga melayangkan somasi pada ketuanya.

Namun kabar ini akhirnya ditepis oleh Ahmad Tohari. Dengan membawa 21 pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di tingkat Kecamatan. Tohari, menepis adanya perpecahan serta pemecatan pada Medan Amrulloh.

“Saya nyatakan dengan tegas. Kami beserta 21 ketua DPC di tingkat Kecamatan, dan 5 orang pengurus DPD, kami beritahukan pada masyarakat bahwa kami tidak pecah, dan kami masih solid. Berkas kami diterima KPU, dan dinyatakan memenuhi syarat, ini 21 DPC menyatakan masih mendukung saya menjadi ketua DPD Perindo Jombang, dengan surat pernyataan diatas materai,” ujar ketua DPD Partai Perindo Jombang, Ahmad Tohari, pada sejumlah jurnalis, Kamis (19/07/2018).

Meski demikian, lanjut Tohari, pihaknya mengakui bahwa ada seorang kader Perindo yang masih belum puas dan mungkin ada rasa kekecewaan dengan kebijakan DPD. Namun itu semua hanya sebatas dinamika biasa, dalam berpolitik.

“Saya mengakui bahwa beliau (red : Medan Amrulloh), adalah kader Perindo, namun tidak masuk dalam struktur kepengurusan Perindo. Mungkin ada rasa tidak puas, ada rasa kekecewaan atas kebijakan DPD, tentu itu saya pandang sebagai dinamika dalam berpolitik,” papar Tohari.

Masih menurut Tohari, pihaknya mengaku memang belum bisa memuaskan seluruh komponen partai, karena Tohari bukanlah alat pemuas.

”Karena saya bukan alat pemuas, jadi tentu saya tidak bisa memuaskan seluruh komponen dari pada kader perindo Jombang,” ungkap Tohari.

Imbuh Tohari, sebenarnya di partai Perindo tidak ada pemecatan, yang ada hanya roling posisi. Karena Medan Amrulloh sebelumnya adalah wakil ketua bidang organisasi, dan diroling menjadi sekretaris. Dengan membuat fakta integritas bahwa beliau siap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Ada pakta integritas yang ditandatangani dan ditulis oleh beliau, surat ini sampai ke DPP maupun DPW, bahwa beliau sanggup menjadi sekretaris. Dimana isinya beliau harus setia pada partai, harus menjunjung tinggi nama partai, menjaga harkat dan martabat partai, dan yang bersangkutan harus menjaga etika dalam berorganisasi. Apabila melanggar etika organisasi ini maka pakta integritas ini akan kita jalankan,” tegasnya.

Saat ditanya apa kesalahan Medan sehingga harus dilakukan roling, Tohari mengatakan bahwa kesalahannya itu, memang Medan sudah tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan pada pimpinan partai, sehingga harus ada rotasi.

“Kalau ditanya kesalahannya apa saya fikir, secara universal bahwa kita melihat sudah lagi tidak sesuai dengan yang dijanjikan pada pimpinan partai, sehingga tidak membawa kelancaran keadministrasian, tidak membawa kelancaran dalam tata tertib keorganisasian, sehingga kita melakukan tindakan-tindakan baru (red : rotasi pengurus),” jawab Tohari.

Ketika ditanya adanya tudingan bahwa pergantian Medan menyalahi aturan AD/ART, Tohari menegaskan bahwa yang mengetahui aturan tersebut, hanyalah kader partai Perindo. Dan rotasi ini sudah sesuai dengan aturan, dan disaksikan oleh ketua-ketua DPC maupun dewan pertimbangan partai.

“Kami merasa sudah sesuai aturan dan mekanisme organisasi. Dan kami meminta pendapat para ketua DPC, dan Dewan Pertimbangan Partai, untuk melakukan pergantian sekretaris. Tentu yang bersangkutan memang gak kita ajak, karena yang bersangkutan yang akan kita ganti,” katanya.

Disinggung mengenai adanya upaya hukum yang dilakukan oleh Medan Amrulloh, Tohari mengatakan bahwa hal itu merupakan hak setiap warga negara, termasuk hak bagi kader partai Perindo. Dan menanggapi upaya hukum tersebut secara biasa saja.

“Kita sudah berkordinasi dengan DPW dan DPP, ya katanya Pak Tohari tenang saja, karena ini hal yang biasa-biasa saja. Dan justru yang membesar-besarkan hal ini bukanlah pengurus partai Perindo,” tukasnya.

Terkait belum adanya penjelasan dari Tohari atas surat Somasi, yang dilayangkan oleh Medan Amrulloh, pihaknya menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Akan tetapi hal itu akan dilakukan Medan, jika perintah dari DPW partai Perindo Jatim, turun.

“Barusan saya konfirmasi ke DPW Jatim, kita nunggu perintah dari DPW,” pungkas Medan. (elo)