Orang Tua Korban Pengroyokan Suporter Arema, Minta Polisi Lebih Serius Tangani Pengamanan

Fikri korban pengroyokan suporter Arema, yang tengah di rawat di RSUD Jombang

JOMBANG, KANALINDONEDIA.COM: Orang tua dari korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh suporter Arema, menyesalkan kejadian yang menimpa anaknya, M Fikri Hidayatulloh.

M Fikri Hidayatulloh, pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP Negeri) di Kecamatan Diwek ini, harus dilarikan ke RSUD Jombang, usai menjadi bulan-bulanan suporter Arema usai kalah menghadapi PSID Jombang.

Peristiwa tragis ini terjadi, di Jalan KH Hasyim Asy’ari, tepatnya di Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang pada, Rabu (25/7) pukul 19.30 WIB.

Atim (50), orang tua Fikri menyesalkan atas kejadian yang menimpa anak keduanya tersebut. Bahkan, Atim berharap kepada pihak kepolisian agar kedepannya bisa lebih menertibkan lagi suporter-suporter yang dinilai bisa meresahkan warga, dan bisa menimbulkan korban, seperti halnya yang menimpa anaknya.

“Ya benar-benar menyesalkan. Jangan sampai terulang kepada anak-anak yang lain. Tolong masalah suporter ini ditertibkan oleh pihak berwajib, jangan sampai terulang lagi,” ujar Atim saat ditemui sejumlah jurnalis di RASUD Jombang, Kamis (26/7/2018).

Sementara, Fikri kini sedang menjalani penanganan medis serius di RSUD Kabupaten Jombang, karena mengalami patah tulang di lengan sebelah kiri, dan gegar otak.

Direktur RSUD Kabupaten Jombang, dr Puji Umbaran menjelaskan perkembangan kondisi Fikri terkini. Menurut dr Puji, Fikri saat ini sedang mengalami gagar otak ringan yang diakibatkan dari pemukulan oleh benda tumpul.

“Ketika kita melakukan pemeriksaan, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan yang lain, pasien ini mengalami gagar otak ringan. Kemudian pada lengan kiri terdapat patah tulang. Saat ini pasien sedang kami rawat di ruang HCU (High Care Unit) Asoka,” terang Dr Puji Umbaran.

Saat ini, lanjut dr Puji, pihak rumah sakit terus melakukan perawatan terhadap Fikri, dan akan melakukan operasi pada lengan tangannya.

“Alhamdulillah perkembangan hari ini, pasien statusnya sudah sadar penuh. Gagar otaknya mulai membaik, tinggal kita perbaiki patah tulangnya,” tukasnya.

Perlu diketahui, pertandingan Liga 3 Asprov Jatim antara PSID Jombang melawan Arema di Stadion Merdeka Jombang pada, Rabu (25/7), diwarnai kerusuhan yang diduga dilakukan oleh suporter Arema. Rombongan suporter tersebut, terlihat membuat kerusuhan  di sepanjang jalan Kabupaten Jombang menuju Kabupaten Malang.(elo)