Satu Jama’ah Haji Asal Lamongan Meninggal di Mekkah

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Kabar duka datang dari tanah suci. Jama’ah haji yang bernama Masri’ah, asal Desa Sungegeneng Kecamatan Sekaran meninggal di Mekkah, Sabtu (4/8/2018) sore. Jama’ah yang tergolong lanjut usia (lansia) tersebut didiagnosa terserang hipertensi dan Diabetes Militus (DM).

“Sementara laporan yang masuk, satu jama’ah yang meninggal,” tutur Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementrian Agama (Kemenag) Lamongan, Sunhaji, Senin (6/8/2018).

Dia sudah menyampaikan ke KBIH dan keluarga jama’ah yang meninggal tersebut. Musri’ah masuk dalam KBIH An Nahdliyin. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Masri’ah meninggal saat dirawat di salah satu Rumah Sakit (RS) di Mekkah. Jenazahnya juga akan dimakamkan di Mekkah.

“Musri’ah didiagnosa mengidap penyakit saat dirawat di rumah sakit yang ada di sana,” tambah Sunhaji.

Sunhaji juga mengatakan, suhu di Mekkah kini 42 derajat celcius hingga 45 derajat celcius pada siang hari. Dijadwalkan ibadah di Arafah nanti pada 9 Dzulhijah.

Seperti diberitakan sebelumnya, 1.823 Calon Jama’ah Haji (CHJ) asal Lamongan terbagi menjadi lima kloter serta menepati empat maktab (pemondokan haji). Kloter 45 menepati maktab Syisyah, Kloter 47 dan 49 menepati Maktab Misfalah dan Kloter 48 menepati Maktab Roudhah.

“Setiap hari kita menerima laporan petugas yang ada di sana, kita berharap jama’ah haji bisa menjaga kondisi selama ibadah di tanah suci, “pungkasnya. (omdik/fer/bis)