Penetapan BEP Tembakau Pamekasan Rp.39 Ribu/Kg, Pedagang dan Petani Mengaku Rugi

PAMEKASAN, KANALINDONESIA.COM
Meski tergolong cukup tinggi, namun angka Break Even Point (BEP) atau harga minimal tembakau yang telah ditetapkan oleh Pemkab Pamekasan, Madura, Jawa Timur, sebesar Rp 39 ribu per kilogram untuk musim 2018, namun hal itu dinilai masih merugi bagi petani dan pedagang tembakau setempat.

Menurut Moh. Awil, salah seorang pedagang tembakau rajangan kering warga kecamatan pademawu pamekasan mengungkapkan, BEP yang ditetapkan oleh pemkab pamekasan sangat tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkannya.

“Kalau hitung-hitungannya dimulai sejak awal produksi, justru kami sangat rugi, itupun pergitungan diluar biaya lahan sewa,” kata Moh. Awil, pedagang sekaligus petani tembakau, senin (06/08).

Sementara itu, pemkab pamekasan menetapkan BEP tembakau tahun 2018 sebesar RP. 39 ribu diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani tembakau. Sebab, BEP tembakau di Kabupaten Pamekasan tiap tahunnya cenderung meningkat.

“Kami berharap kanaikan BEP tahun ini bisa menunjang untuk peningkatan kesejahteraan petani tembakau,” terang Bambang Edy Suprpto, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) Kab. Pamekasan.

Bambang menjelaskan, pada tahun 2016 lalu, BEP tembakau sebesar Rp. 32 ribu/Kg. Sedangkan pada tahun 2017, meningkat ke angka Rp. 34 ribu/Kg, dan di tahun 2018 ini, BEP tembakau mengalami kenaikan sebesar Rp. 39 ribu/Kg.

Sementara kebutuhan pabrikan untuk tahun ini, jauh lebih rendah dari tahun sebelumnya. Sebab, pada musim tahun 2017 lalu target pembelian tembakau oleh pabrikan sebanyak 20.800 Ton. Sementara untuk tahun 2018 ini, berdasarkan hasil serap informasi yang dilakukan oleh Disperindag pamekasan ke beberapa menejemen pabrikan 10.600 Ton.

Sedangakan yang hendak melakukan pembelian tembakau Madura pada musim tanam tahun ini, adalah Perusahaan Rokok PT Djarum, Gudang Garam, PT Sadhana Arifnusa, Bentoel, Nojorono, PR Sukun dan PT Wismilak.

PT Djarum berencana membeli tembakau Madura sebanyak 6.000 ton, PT Gudang Garam 5.000 ton, PT Sadhana Arifnusa 1.500 ton dan PT Bentoel sebanyak 1.500 ton.

Kemudian PT Nojorono membutuhkan tembakau sebanyak 600 ton, PT Sukun 500 ton dan Wismilak berencana membeli tembakau Madura sebanyak 500 ton, sehingga rencana total pembelian sebanyak 10.600 ton. (Nang/Ifa).