Butuh Banyak Tenaga Medis dan Rumah Sakit Lapangan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Willem Rampangilei saat di wawancara di lapangan tanjung, Senin (6/8/2018).( Foto : Idham_kanalindonesia.com)

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Willem Rampangilei mengungkapkan, untuk proses evakuasi korban gempa di Lombok Utara membutuhkan banyak tambahan tenaga medis.  Termasuk juga rumah sakit lapangan.

Dengan divisi Kostrad 2 yang didatangkan, terdapat 80 tenaga medis yang dipersiapkan untuk rumah sakit lapangan. Dari TNI sendiri sudah ada dua rumah sakit lapangan. Satnya berada di Sembalun Lombok Timur.

“Disamping itu juga BNPB menggeser satu rumah sakit lapangan,” ungkapnya, Senin (6/8/2018).

Willem mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan Menteri Kesehatan tentang kebutuha- kebutuhan tersebut. Menkes sudah menyatakan bahwa akan memenuhi semua kebutuhan di lapangan yang dibutuhkan untuk proses penanganan pasien korban gempa.

“Dari beliau juga mengatakan akan mengirim juga sumber daya di luar propinsi,” sambungnya.

Ia melanjutkan, tenaga medis dari NTB sudah dikerahkan semua.  Selanjutnya nanti akan ada dari Bali yang paling dekat dan ada juga beberapa dari Jakarta. Di samping itu, Mentri PUPR hadir di posko pengungsian utama. Menteri PUPR akan melakukan perbaikan ke daratan seperti jembatan, jalan raya dan lainnya.

“Termasuk juga MCK dan juga semua fungsi yang berhubungan dengan PU  akan dikerahkan,” sambungnya.

Untuk proses evakuasi korban, Willem mengaku akan mengirimkan satu unit heli yang akan terbang dari Kediri Jawa Timur langsung menuju Gili terawangan untuk di evakuasi. Terlebih lagi ada 8 jenazah yang harus dievakuasi dari pulau tersebut.

 

Selain itu juga ada dua heli yang akan membantu proses tanggap darurat bencana. Sementara untuk kebutuhan, masyarakat bayak yang trauma untuk kembali ke rumah masing-masing. Mereka lebih memilih mendirikan tenda-tenda. Ini yang membuat pengungsi ada dimana-mana. Ini juga yang menjadi tantangan bagi BNPB dalam masa tanggap darurat tersebut.

“Yakni bagaimaan kita memberikan dorongan kepada mereka masalah logistiknya,” katanya.

Willem mengaku, pihaknya sudah memutuskan untuk  menjadikan posko di lapangan depan Kantor Bupati Lombok Utara sebagai posko utama. Rencananya BNPB akan membuat tiga tenda untuk logistic.

“Nah ini menjadi tantangan juga,  korban yang begitu banyak dan massif,  lalu keseterdiaan sumber daya begitu kurang,” pungkasnya.

Willem menambahkan, proses evakuasi tidak hanya mengandalkan pemerintah setempat. Hal ini dikarenakan sebagian dari Pemda ikut terdampak. Sehingga ini menjadi tantangan juga, sebab itu BNPB Pusat bersama Kementrian Lembaga itu akan langsung memberikan pendampingan.

“Dan semua bantuan logistik saat ini semua masih dalam perjalanan,” tandasnya.(Idam)