Mengaku Polisi Di Medsos ,Korban Rela Kirimi Video dan Foto Bugil Serta Uang

PACITAN, KANALINDONESIA.COM: Mengaku seorang Polisi via medsos FB untuk memeras korbannya, akhirnya modus TR (23)  warga Magetan tercium polisi dan sekarang merasakan dinginnya dinding penjara.

Awal mulanya TR berteman via media sosial (Medsos) FB dengan berinisial T (22), warga Desa Tumpuk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan. dikarenakan teman barunya tersebut tampan dan pekerjaannya pun sudah mapan sebagai polisi, T pun berharap perkenalan itu bisa berlanjut kepelaminan.

Menurut penjelasan AKBP Setyo K Heriyatno Kapolres Pacitan melalui AKP Djatmin Kabag Humas Polres Pacitan ” awalnya T (korban) membuka -buka FB, setelah melihat foto  cowok tampan lalu sengaja mengunduh foto di media sosial, yang memakai kaos bertuliskan #22 Menit. lantas perkenalan dan Ia juga mengaku polisi yang berpakaian preman terus berlanjut chatting.

” pengakuan tersangka TR memang tersangka sengaja mengunduh foto di Facebook palsunya dan mencari mangsa. lalu mendapat korbannya berinisial T warga Bandar Pacitan,” jelasnya, Senin (6/8/2018).

Lebih lanjut, dengan bermodal tampan dan pekerjaan mapan seorang Polisi, lantas Korban pun percaya begitu saja bahwa yang berkomunikasi dengan dirinya adalah seorang Polisi, Bahkan perkenalan itu berlanjut setahun di dunia maya, hal itu dilakukan oleh pelaku dan korban dijadikan sepasang kekasih Medsos Facebook.

Tak hanya sampai disitu, Tersangka TR berbagai upaya untuk mengelabui T ( korban ) agar bisa menuruti yang inginkan. Pelaku TR (tsk) tak lain hanya seorang buruh tani saja ,” tambahnya.

Tak hanya itu saja, Tersangka TR juga menyuruh korban mengirimkan video bugilnya dan foto dirinya berpose syur. Tersangka berdalih ” kalau sayang aku  kirimi fotonya. Kalau tidak ya tidak usah berlanjut kita, itu pengakuan korban,” ulas AKP Djatmin.

Masih menurutnya, ketika foto dan video syur tersebut sudah ditangan tersangka TR  ia mulai menjalankan aksinya. lalu meminta korban untuk mentransfer uang. hal itu dituruti oleh sang korban T sampai 6 kali dengan  total Rp 3.250.000. Setelah korban sudah mentranfer uang berulang kali, korban barulah sadar bahwa dirinya diperas, lalu melapor ke Polsek Bandar,” tandasnya.

Begitu polisi laporan itu, lalu polisi langsung melacak akun FB yang mengaku polisi itu,dan polisi berhasil meringkus pelaku di Jambangan, Lembeyan, Magetan. Dengan barang bukti buku tabungan, foto profil yang dicetak dari media sosial.

Untuk itu Pelaku kami jerat dengan pasal 369 KUHP dan UU No 23 tahun 2009 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” pungkasnya.(Bc)