Bekuk Bandar Pil Koplo, Polisi Amankan 5.000 Butir Siap Edar

Aparat dari Satresnarkoba Polres Jombang, saat perss rilis di Polres Jombang

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM :Aparat dari Satresnarkoba Polres Jombang, berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba jenis pil koplo di Jombang. Bukan main-main, dari tangan tersangka AR, petugas berhasil mengamankan 5.000 butir pil koplo siap edar.
Penangkapan ini, merupakan hasil dari pengembangan kasus yang dilakukan oleh jajaran anggota Satresnarkoba Polres Jombang, akhirnya Polisi berhasil mengamankan AR yang merupakan bandar pil koplo asal Mojokerto.

AR merupakan bandar pil koplo yang tergolong cerdik. Pasalnya, untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka, petugas membutuhkan waktu hingga 1 bulan.

“Sekitar satu bulan kita lakukan pemantauan terhadap tersangka AR. Karena AR ini sangat sulit sekali ditangkap, kita lakukan under cover buy, kita lakukan suvailent, kita lakukan investigasi, tapi sangat sulit untuk menangkap tersangka,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Jombang, AKP M. Mukid, pada sejumlah jurnalis, Selasa (7/8/2018).

Namun, lanjut Mukid, penantian panjang petugas akhirnya membuahkan hasil. Tersangka AR, akhirnya berhasil diamankan petugas, di Mojokerto.”Karena ini target kita, akhirnya kita berupaya untuk menangkap tersangka. Akhirnya tersangka berhasil diamankan beserta 5.000 butir pil koplo,” terang Mukid.

Masih menurut Mukid, dari pengakuan tersangka terhadap petugas, tersangka menggunakan system ranjau, saat melakukan transaksi. Dan tersangka menaruh pil koplo di area umum.

“Modus operandi tersangka AR ini, melakukan transaksi lewat online, dengan menggunakan HP, setelah janjian dengan pembeli. Tersangka menggunakan system ranjau, dan BB ini ditaruh tersangka di lapangan, dan nantinya akan diambil pembeli,” papar Mukid.

Tersangka mengaku nekat menjual pil koplo tersebut karena terdesak kebutuhan ekonomi. Pada petugas, tersangka mengaku akan menjual barang haram tersebut, untuk kalangan umum. Dan mayoritas pembelinya, usia rata-rata dibawah 30 tahun.

“Provesi tersangka ini setiap harinya bekerja sebagai tukang tambal ban, karena kurang pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tersangka mencari tambahan pemasukan dengan menjual pil koplo,” kata Mukid.

Imbuh Mukid, atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 196 Undang-Undang nomo 36 tahun 2009, tentang kesehatan, dengan ancaman pidana kurungan paling lama 15 tahun penjara.

“Kini tersangka kita amankan di Polres Jombang, untuk kepentingan lebih lanjut. Dan petugas masih terus memburu pelaku lain, karena diduga pemasok tersangka ini merupakan bandar besar kategori Home Industri,” tukas Mukid.(elo)