Razia Satpol PP Jombang, Puluhan Pelajar saat Asik Main Game Diamankan

sejumlah pelajar yang terjaring razia Satpol PP Jombang, di café-café

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: :Puluhan pelajar dari berbagai sekolah yang ada di Kabupaten Jombang, diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), saat razia ketertiban umum.

Pelajar ini diamankan petugas, saat asik main game di warung-warung dan tempat game online, saat jam sekolah tengah berlangsung.

“Hari ini kita lakukan penanganan dan penertiban pelajar yang bolos atau berkeliaran di jam belajar,” ujar Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Jombang, M. RonnyAfriandre, pada sejumlah jurnalis, Kamis (9/8/2018).

Masih menurut penjelasan Ronny, tindakan yang dilakukan petugas ini, berdasarkan Perda nomor 9 tahun 2010 tentang ketertiban umum. Selain itu razia ini juga merupakan tindak lanjut, dari adanya laporan dari masyarakat yang resah dengan maraknya pelajar bolos di jam sekolah.

“Berdasarkan banyaknya masukan dari masyarakat dan pantauan anggota kami, bahwa mulai banyak pelajar yang bolos di tempat-tempat umum, baik di café, warnet maupun di tempat PS (red : tempat game online),” kata Ronny.

Adapaun lokasi razia kali ini, lanjut Ronny, dilakukan di tiga titik. Untuk titik yang pertama dilakukan razia, ada di daerah sengon, dan titik kedua ada di Pasar legi Jombang, selanjutnya titik yang paling akhir ada di café yang berada di Plosogeneng.

“Dari titik awal yang ada di Sengon, kita amankan 17 pelajar, selanjutnya dibawa ke kantor untuk dilakukan pembinaan, dan selanjutnya di tempat PS atau game online di pasar legi kita amankan 5 pelajar, sedangkan di café di Plosogeneng kita amankan 6 orang pelajar,” terang Ronny.

Usai diamankan petugas, puluhan pelajar ini dibawa ke kantor Satpol PP Jombang, untuk dilakukan pembinaan dan pendataan. Selanjutnya, pelajar akan diserahkan ke pihak sekolah masing-masing untuk ditindak lanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku di sekolahnya.

“Untuk sementara kita data dan tindak lanjutnya kita hubungi pihak sekolah, untuk konfirmasi berkaitan dengan status dari masing-masing pelajar ini, karena sampai sekarang diantara mereka tidak membawa identitas berupa kartu pelajar dari sekolah. Selanjutnya kita akan kembalikan pada sekolah masing-masing untuk ditindak lanjuti,” papar Ronny.

Saat ditanya apa alasan pelajar ini tidak berada di wilayah lingkungan sekolah, saat jam pelajaran sedang berlangsung. Ronny mengatakan bahwa alasan dari pelajar ini beragam, namun yang jelas para pelajar ini tidak berada di sekolah saat jam pelajaran berlangsung.

“Berdasarkan pengakuan dari mereka, alasan adek-adek ini beragam, ada yang alasan usai olah raga mereka cari makan di luar sekolah, padahl jam sekolah sedang berlangsung, ada juga yang izin fotocopy, legalisir, ada juga yang menggunakan izin sakit, tapi kenyataannya mereka di luar, tapi kenyataannya mereka itu tadi main game, artinya secara umum mereka bolos,” tukas Ronny.

Selain tidak membawa identitas kartu pelajar, beberapa pelajar yang terjaring razia juga berpenampilan tidak pantas. Sehingga petugas dari Satpol PP, memerintahkan pada salah satu pelajar untuk memotong rambut, secara bergantian.(elo)