Jaringan Pengedar Pil Koplo Asal Mojokerto, Menjalani Akad Nikah Di Masjid Polres Jombang

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Novianto (20) warga Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, harus rela menjalani akad nikah dengan EN (16) warga Desa Balonglombok, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, di Masjid Polres Jombang, pada hari Kamis (9/8/2018).

Pasalnya, Novianto kini masih menjalani proses hukum, di Polres Jombang, karena terlibat jaringan pengedar pil koplo. Bahkan tersangka merupakan jaringan pengedar pil koplo antar Kabupaten.

Saat ditemui sejumlah jurnalis, usai menjalani proses akad nikah tersangka mengaku menyesal dan ingin bertobat. Tersangka mengaku terpengaruh temannya Eko (38) alias Gibas bandar pil koplo asal Mojokerto ini. Dari tangan Eko, polisi menyita 26 ribu butir pil koplo siap edar.

“Ya pingin bertobat. Karena saya terpengaruh teman-teman (red : Eko bandar pil asal Mojokerto), dan ikut-ikutan. Saya juga ingin segera keluar dari sini,” ungkap Novianto, pada sejumlah jurnalis.

Selain itu, Novianto juga berpesan pada istrinya agar selalu bersabar, dan bisa menjaga anaknya dengan baik.”Saya ingin istri saya bersabar, dan menjaga anak,” tukas Novianto.

Sementara itu Kasat Resnarkoba Polres Jombang, AKP M. Mukid, membenarkan bahwa tersangka Novianto, merupakan jaringan dari Eko alias Gibas, yang tertangkap petugas dari hasil pengembangan. Dari tangan Eko, polisi mengamankan 26 ribu butir pil koplo.

“Novianto alias Nopek ini salah satu kaki tangannya bandar besar pil koplo yang berhasil kita amankan tempo hari, dengan BB 26 ribu butir pil koplo itu,” ujar Mukid.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 196 Undang-undang nomor 36 tahun 2009, tentang kesehatan, dengan ancaman pidana kurungan paling lama 15 tahun penjara.

“Ini (red : pernikahan di Polres) akan menjadi sejarah bagi tersangka, dan pada petugas tersangka mengaku akan tobat,dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” pungkas Mukid.

Usai menjalani akad nikah, tersangka selanjutnya dibawa petugas kembali ke sel tahanan Polres Jombang. Sedangkan pihak keluarga mempelai perempuan memilih untuk pulang kembali ke Mojokerto.(elo)